Menuju konten utama

Bandar Narkoba Pembunuh 3 Polisi di Katingan Ditangkap Bareskrim

Bareskrim Polri ringkus 3 bandar narkoba pembunuh 3 anggota Polres Katingan, Kalteng. Tersangka langsung dibawa ke Jakarta. Cek kronologinya!

Bandar Narkoba Pembunuh 3 Polisi di Katingan Ditangkap Bareskrim
Ilustrasi penjahat diborgol
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga tersangka bandar narkoba, yakni Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu. Ketiganya merupakan pelaku utama dalam insiden penyerangan dan pembunuhan terhadap tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Kalimantan Tengah.

Usai penangkapan di lapangan, ketiga tersangka akan segera dibawa ke Jakarta. Kepolisian akan melakukan pemeriksaan secara intensif guna melakukan pengembangan kasus, khususnya untuk membongkar jaringan narkotika yang lebih besar atau layer atas yang menaungi komplotan ini.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, membenarkan keberhasilan tim gabungan dalam menangkap ketiga tersangka tersebut.

Eko menyebut bahwa pihak penyidik saat ini masih perlu melakukan pendalaman secara materiil terhadap para pelaku.

“Sudah… harus diperiksa dulu dipastikan,” kata Eko saat dikonfirmasi tirto, Kamis (9/8/2026).

Penangkapan terhadap Bio, Perie, dan Ramblan merupakan buntut dari insiden berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, yang menewaskan tiga personel kepolisian.

Ketiga anggota yang gugur saat menjalankan tugas tersebut adalah Aiptu Sumaryanto, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aipda Yudhie Perdana Putra.

Peristiwa tragis ini bermula dari operasi penangkapan oleh Tim Satresnarkoba Polres Katingan yang mendatangi Desa Tumbang Kalemei untuk membekuk Bio yang diketahui sebagai residivis kasus narkotika.

Namun, situasi mendadak kacau ketika upaya penangkapan tersebut mendapat perlawanan sengit. Para petugas diserang secara brutal menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan oleh terduga pelaku, pihak keluarga, dan sejumlah warga. Tembakan peringatan dari petugas tidak dihiraukan.

Di tengah situasi yang tidak kondusif, tim Satresnarkoba berupaya menyelamatkan diri dan mengevakuasi sembilan anggota.

Baca juga artikel terkait KINERJA POLISI atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah