Menuju konten utama

Sosok Kepala Toko Jadi Otak Penyekapan Pegawai Padel Jaksel

Polisi beberkan peran kepala toko berinisial ASW yang jadi otak penyekapan pegawai padel di Jaksel. Perintahkan ikat korban pakai tali ties.

Sosok Kepala Toko Jadi Otak Penyekapan Pegawai Padel Jaksel
Konperensi pers kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap pegawai baru berinisial AL yang bekerja di salah satu lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (Jaksel) membeberkan sosok otak di balik penyekapan dan penganiayaan pegawai baru lapangan padel di Kebayoran Lama. Tersangka ASW, yang menjabat sebagai kepala toko, diketahui menjadi dalang yang memerintahkan tiga anak buahnya untuk menyiksa korban karena emosi raket toko hilang.

Wakasat Reskrim Polres Jaksel, Dwi Manggala Yudha, menyebut ada empat tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap pegawai baru berinisial AL. Keempat tersangka yang sudah diamankan dan dimintai keterangan mengenai peran mereka dalam kasus tersebut.

ASW yang merupakan kepala toko berperan sebagai otak penyekapan dan penganiayaan terhadap korban.

"Yang pertama, dengan inisial ASW, perannya adalah menyuruh untuk melakukan penyekapan terhadap korban, memukul korban di bagian wajah dan menendang perut korban," kata Dwi dalam konperensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026) dikutip dari ANTARA.

Kemudian, pelaku berinisial RRK yang berperan menendang pundak kiri dan menginjak lengan kanan korban sebanyak dua kali, serta menyiram korban.

Lalu, pelaku ketiga berinisial AH memiliki peran memukul dan menendang dagu korban, sementara pelaku keempat dengan inisial DK bertugas mengikat pergelangan kedua tangan korban dengan tali ties dan memukul korban.

"Modus operandinya, tersangka emosi karena mengetahui adanya barang di toko hilang dicuri oleh korban, sehingga para tersangka melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap korban," ujar Dwi.

Seperti diketahui, kepolisian telah menangkap empat pelaku penganiayaan dan penyekapan pegawai baru salah satu lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 26 Juni 2026.

Penangkapan itu berawal dari laporan polisi yang dibuat oleh seorang perempuan berinisial M.

Perempuan itu mengatakan anaknya yang berinisial AL sudah dua hari belum pulang ke rumah. Kemudian setelah dua hari, anaknya baru mau berkomunikasi dan meminta agar dijemput.

M menyebutkan anaknya merupakan pegawai yang baru bekerja dua bulan dan diduga melakukan pencurian raket padel pada 21 Juni 2026. Akan tetapi, anaknya tersebut justru dianiaya dan disekap oleh beberapa pegawai lainnya.

Polisi yang menerima laporan tersebut segera melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan empat orang sebagai tersangka.

Baca juga artikel terkait PENYEKAPAN atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Editor: Siti Fatimah