Menuju konten utama

Temuan Baru Polisi dalam Kasus Penyekapan 3 Karyawan di Jakpus

Penyidik menemukan adanya dugaan peristiwa penganiayaan dan penyekapan sebelum menimpa ketiga korban.

Temuan Baru Polisi dalam Kasus Penyekapan 3 Karyawan di Jakpus
Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait dengan kasus penyekapan yang menimpa tiga karyawan Mauprint, Jumat (3/7/2026). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap temuan baru dari penyidikan yang dilakukan dalam kasus penyekapan tiga karyawan di Mauprint, kawasan Senen, Jakarta Pusat. Penyidik menemukan adanya dugaan peristiwa serupa sebelum menimpa ketiga korban.

"Di lokasi tersebut juga pernah terjadi peristiwa hukum atau perbuatan yang sama. Namun, terhadap informasi ini kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti lainnya, sehingga apabila ditemukan dugaan tindak pidana lain yang sama terhadap korban yang berbeda, tentunya penyidik juga akan melakukan upaya penyidikan secara maksimal," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, dalam konferensi pers, Jumat (3/7/2026).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung, mengatakan pihaknya masih memeriksa korban maupun tersangka secara intensif. Namun, sejauh ini diketahui peristiwa penyekapan serupa pernah terjadi dengan korban yang berbeda.

"Jadi, apabila nanti ada kemungkinan ada korban lain, kami akan

melakukan upaya penyidikan yang berbeda dengan penyidikan yang saat ini sedang dilakukan. Kemudian, selanjutnya ada pertanyaan apakah diduga ada korban lain yang diancam," ujar Reynold.

Reynold menerangkan, sampai saat ini kepolisian juga mengimbau kepada korban dari penyekapan bos Mauprint untuk melapor melalui 110. Sehingga, rangkaian peristiwa yang dilakukan tujuh tersangka akan diusut hingga tuntas.

Dia juga memastikan penyidik sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memfasilitasi korban. Selain itu, dari Bidang Psikologi SDM Polri juga telah melakukan pendampingan kepada korban.

"Jadi, apabila ada pertanyaan bahwa masih ada perasaan traumatik dari para korban sepanjang 21 hari mengalami proses penekanan dan penyiksaan ini, sesuatu hal yang menjadi perhatian kami yang itu juga menjadi objek dari koordinasi kami dengan LPSK," ungkap Reynold.

Diketahui, polisi kembali menangkap dan menetapkan tersangka terkait kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat pada Jumat (26/6/2026). Salah satu yang ditangkap adalah pemilik percetakan Mau Print bernama MML alias Martin (40).

"Telah diamankan tujuh orang yang diduga pelaku dalam hal peristiwa penyekapan tersebut, yaitu MML (40), AI (41), S (48), AYL (29), NHJ (42). Kelima orang ini laki-laki. Dan dua lagi adalah perempuan, yaitu CML (37), dan II (36)," tutur Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung dalam konferensi pers, Senin (29/6/2026).

Reynold menjelaskan penyidik menemukan bukti bahwa tersangka telah memeras ketiga korban dengan cara melakukan penyekapan dan beberapa kali penganiayaan sampai dengan melakukan hingga pemasungan. Bahkan, kaki korban dijerat dengan sling kabel baja agar tidak pergi atau perpindahan tempat.

Baca juga artikel terkait PENYEKAPAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama