tirto.id - Rasa takut yang besar akan ancaman penganiayaan fisik memaksa korban penyekapan, YTR (29), pasrah menato tubuhnya dengan gambar wajah sang kekasih, Taufik Hidayat (30). Polisi menyebut tindakan itu diminta pelaku sebagai dalih pembuktian rasa cinta akibat cemburu buta.
Direktur PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari, membeberkan Taufik meminta korban untuk menato tubuh dengan gambar wajah Taufik. Permintaan itu dilakukan saat korban masih dalam kondisi sehat.
"[Tato wajah tersangka di tubuh korban] untuk meyakinkan pelaku kepada [rasa cinta] korban, bahwa 'kamu cinta saya', karena diindikasi cemburu ini pelaku," ucap Rumi seusai rekonstruksi di Mapolda Jabar, Bandung, Kamis (2/7/2026).
"Sebagai bukti dia 'cinta mah ya tato, sok bareng tato,' jadinya dilakukan. Dan tato itu benar diakui dan sudah dikuatkan juga oleh korban," sambungnya.
Rumi melanjutkan, meski tanpa paksaan, korban pada akhirnya pasrah menuruti kemauan Taufik. YTR mengaku takut dianiaya Taufik jika menolak perintah.
"Tidak ada paksaan, namun dengan kondisi seperti itu tentunya korban mau tidak mau mengikuti ya, karena kan takut dipukul," lanjutnya.
"Walaupun memang secara lisan tidak ada paksaan, tapi kalau kami melihat kondisi psikis, ya pasti ada ketakutan. Kalau menolak pasti dilakukan kekerasan terhadap korban," ucap Rumi.
Rumi pun menegaskan, alasan korban memilih bertahan dan enggan melarikan diri juga dikarenakan takut dengan tersangka. Jawaban ini diterima langsung polisi dari YTR.
"Rasa takut yang besar dari korban. Udah itu. Itu jawaban konsisten dari korban, memang ketakutan yang besar," imbuhnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































