tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal adanya agenda penting di Istana Kepresidenan pada Senin (14/9/2026) sore.
Hal itu disampaikan Bahlil saat menghadiri acara Innovation Technology for Social & Environmental Awards di Four Seasons Hotel Jakarta, hari ini.
Bahlil mengatakan dirinya memiliki agenda di Istana pada pukul 15.00 WIB. Namun, dia tidak menjelaskan secara terbuka agenda yang dimaksud.
"Saya ada acara sebenarnya di Istana jam 3. Nanti sebentar kalian, nanti lihat ada acara di Istana jam 3," kata Bahlil.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Bahlil menceritakan dirinya sempat mendapat pesan WhatsApp dari seseorang bernama Eka yang menanyakan keberadaannya dan mengingatkan agenda lain yang harus dihadirinya.
Bahlil mengatakan dirinya saat itu sedang mengikuti acara di Universitas Hasanuddin (Unhas). Dia kemudian menyebut akan memberikan jawaban kembali sekitar pukul 12.30 WIB.
"Saya nanti setengah satu jawab lagi, baru dengar di berita ada berita yang tidak mungkin saya sampaikan dalam forum yang terhormat ini," ujarnya.
Bahlil tidak menjelaskan berita yang dimaksud. Dia juga tidak menyebut secara langsung adanya reshuffle kabinet dalam pernyataannya.
Pernyataan Bahlil disampaikan di tengah berhembusnya isu reshuffle Kabinet Merah Putih siang ini. Spekulasi itu menguat setelah sejumlah pejabat dipanggil ke Istana Kepresidenan.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, misalnya, tiba di Istana sekitar pukul 14.44 WIB setelah mengaku mendapat panggilan melalui telepon. Suahasil juga datang mengenakan jas formal dan dasi biru.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno juga dilaporkan merapat ke Istana pada sore hari. Pratikno merupakan salah satu menteri yang masuk dalam Kabinet Merah Putih sejak awal pemerintahan Prabowo Subianto.
"Akan dilantik pak?," tanya wartawan kepada Pratikno.
"Terkait pelantikan katanya," jawabnya ditanya soal agenda sore hari ini.
"Ini undangan makanya langsung hadir kita dikasih Sekretariat Presiden. Kita tunggu secepatnya," lanjut Pratikno.
Sebelumnya, hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan 75,1 persen responden setuju jika Prabowo kembali melakukan reshuffle kabinet.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































