Menuju konten utama

Bahlil Akui Kerepotan Urusi Impor LPG, Cadangan Sempat Kurang

Bahlil mengaku, cadangan LPG Indonesia tidak mencapai batas ideal pada 4 April 2026 lalu karena kurang dari 10 hari, tetapi telah kembali pulih.

Bahlil Akui Kerepotan Urusi Impor LPG, Cadangan Sempat Kurang
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dan Balal Bihalal Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Kredit: Rahma/Tirto.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengakui sempat kerepotan saat menangani persoalan impor liquefied petroleum gas (LPG) di dalam negeri akibat adanya gejolak di kawasan Timur Tengah.

Bahlil bercerita, angka konsumsi LPG Indonesia mencapai 8,5 juta ton sementara produksi hanya 17 juta ton.

“Kita itu apa masalahnya? Kita itu LPG. LPG kita itu 75% kita impor. Dari total konsumsi LPG kita 8,5 juta ton, produksi kita itu tidak lebih dari 1,6 juta. Jadi itu yang menjadi impor itu yang bikin saya pusing tidurnya, agak repot,” ujar Bahlil saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dan Balal Bihalal Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Bahlil mengaku, cadangan LPG Indonesia tidak mencapai batas ideal pada 4 April 2026 lalu. Namun, berkat berbaga upaya, stok tersebut kembali memenuhi standar ideal. Ia mengaku, pemerintah bernegosiasi dengan sejumlah negara sehingga stok LPG kembali terpenuhi.

"Nah, di tanggal 4 kemarin cadangan LPG kita itu tidak sampai 10 hari. Tanggal 4 kemarin kemarin. Idealnya itu harus minimal 10 hari, tetapi alhamdulillah kita mampu mengarahkan beberapa kargo kita ya. Negosiasi dengan Jepang dapat, kemudian Australia dan Brunei Darussalam dan sekarang kapal sudah ada yang masuk dan cadangan kita sekarang sudah di atas 10 hari untuk LPG. Jadi sudah lewat. Ini, ini yang membuat saya bingung betul," kata Bahlil.

Meski sempat menghadapi kesulitan, Bahlil memastikan kondisi pasokan LPG saat ini stabil. Dia bahkan menyebut masa krisis LPG, telah berhasil dilewati.

“Alhamdulillah berkat kerja tim, komunikasi yang baik, saya menyampaikan dengan senang hati bahwa masa krisis kita sudah lewat. Masa krisis LPG itu sebenarnya kemarin. Ini saya sampaikan saja jujur,” jelas Bahlil.

Di saat yang sama, Bahlil pun sempat berkelakar bahwa dia bukan ahli perminyakan saat menyinggung stok minyak. “Kalau tambang ada dikit-dikit lah waktu dulu jadi pengusaha kan. Kalau minyak ini mana ngerti, minyak tanah boleh di Papua gitu kan kalau minyak tanah kita jadi agen minyak tanah gitu,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama pula, Bahlil juga menyampaikan permintaan maafnya sebab sering tak mengangkat telepon dan membalas pesan. Hal ini, katanya, sebab situasi geopolitik yang tak menentu.

“Saya mohon maaf lah, dan saya pikir memang waktu dua tiga bulan ini apalagi di era geopolitik yang tidak menentu, saya memang jujur tidurnya tidak terlalu sempurna,” katanya

Baca juga artikel terkait LPG atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher