Menuju konten utama

Seberapa Besar Potensi Cak Imin Terpilih Jadi Cawapres Prabowo?

Mengukur kekuatan dan potensi Cak Imin bila menjadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2024. 

Seberapa Besar Potensi Cak Imin Terpilih Jadi Cawapres Prabowo?
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) memberikan keterangan sebelum mengikuti rapat tertutup di Jakarta, Senin (10/4/2023). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

tirto.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajukan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presiden Prabowo di Pilpres 2024. Lantas, seberapa besar potensi Cak Imin untuk terpilih?

PKB dan Gerindra sudah jauh hari membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) pada 13 Agustus 2022, dan mengusung Prabowo sebagai jagoan mereka dalam Pilpres 2024.

Seiring dengan dinamika politik yang berubah, tepat satu tahun setelah KKIR dibentuk. Pada Minggu, 13 Agustus 2023, Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi bergabung bersama Gerindra dan PKB untuk mendukung kemenangan Prabowo.

Sehingga, koalisi gemuk empat partai kubu Prabowo sangat layak diperhitungkan, karena memiliki 265 kursi di DPR RI dari total 575 kursi. Dengan rincian, Golkar 85 kursi, Gerindra 78 kursi, PKB 58 kursi, dan PAN 44 kursi.

Bergabungnya PAN dan Golkar tampaknya membuat pemutusan Cawapres Prabowo semakin alot. Hingga saat ini, Prabowo masih belum mengumumkan wakil yang akan dipinangnya. Menurut dia, persoalan Cawapres masih menjadi topik musyawarah bersama.

Di sisi lain, sebagai partai koalisi pertama yang mendorong Prabowo maju di Pilpres 2024, PKB bersikukuh menjadikan Cak Imin sebagai Cawapresnya.

“PKB telah berijtihad untuk mengusung Gus Imin dalam Pilpres 2024. Ijtihad ini didasari pada efek positif yang akan ditimbulkan bagi kemenangan PKB dan program unggulan untuk bangsa jika Gus Imin benar-benar maju serta menang dalam Pilpres 2024,” kata Wakil Sekjen PKB, Syaiful Huda dalam keterangan tertulis, Minggu (13/8/2023).

Perayaan Harlah ke-25 PKB

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengikuti perayaan hari lahir (Harlah) ke-25 PKB di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023). Acara Harlah ke-25 PKB yang dihadiri puluhan ribu kader dari berbagai kota di Indonesia tersebut sebagai momentum untuk konsolidasi kekuatan jelang Pemilu 2024. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz.

Potensi Kekuatan Cak Imin Jika Jadi Cawapres Prabowo

Ada sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan partai pendukung Capres untuk menentukan wakilnya, di antaranya jabatan di parpol, kursi parpol, kekuatan di akar rumput, hingga elektabilitas atau tingkat keterpilihan.

Cak Imin merupakan Ketua Umum PKB yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Dia memiliki pengalaman politik yang panjang.

Sejak pertama kali terpilih menjadi wakil rakyat, hanya satu periode saja dia turun dari kursinya. Itu pun karena dia ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia pada 2009–2014.

PKB memiliki 58 kursi atau 10,08 persen dari total keseluruhan 575 kursi di DPR RI. Apabila digabung dengan Gerindra, maka totalnya 136 kursi atau 23,65 persen di DPR RI. Sebab, Gerindra memiliki 78 kursi. Jumlah ini sudah melebihi syarat ambang batas atau presidential threshold dalam pencalonan Presiden.

Sebagaimana tertuang dalam Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017, Capres dan Cawapres harus didukung oleh parpol atau gabungan parpol yang memiliki setidaknya 115 kursi di DPR RI atau 20 persen dari jumlah parlemen.

Tidak cukup sampai di situ, hal yang menjadi perhatian dalam Pilpres adalah faktor elektabilitas atau tingkat keterpilihan.

Merujuk pada beberapa lembaga survei, elektabilitas Cak Imin masih kurang memuaskan, dia kerap berada pada posisi bawah dalam bursa tingkat keterpilihan Cawapres.

Menanggapi hasil survei elektabilitas Cak Imin itu, Wakil Sekjen PKB, Syaiful Huda menilai bahwa elektabilitas tidak bisa serta merta dijadikan tolok ukur.

PKB mengingatkan bahwa Cak Imin memiliki basis massa Nahdlatul Ulama (NU), yang dapat diandalkan untuk mendulang suara di Pilpres 2024.

“Jadi pertimbangannya harus benar-benar peluang menang. Tidak sekadar jumlah kursi di parlemen, pasokan logistik, atau sekadar hasil survei. Tetapi benar-benar keseimbangan dari figur yang diusung, kekuatan logistik, hingga basis tradisional dukungan capres-cawapres yang akan diusung,” kata Syaiful.

PKB apresiasi putusan MK terkait Pemilu

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) menyampaikan keterangan pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (15/6/2023). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.

Berapa Elektabilitas Cak Imin Sebagai Cawapres 2024?

Cak Imin sudah sejak jauh hari masuk ke dalam perhitungan elektabilitas nama Cawapres di berbagai lembaga survei. Dua lembaga survei yang menjelaskan tingkat keterpilihan Cak Imin sebagai Cawapres adalah Voxvol Center Research and Consuliting dan LSI Denny JA.

Hasil survei Voxpol Center Research and Consulting periode 24 Juli hingga 2 Agustus menyatakan, Cak Imin mengantongi 2,3 persen elektabilitas sebagai Cawapres. Berada pada peringkat ketujuh dalam simulasi 11 nama.

Sementara itu, LSI Denny JA pada periode 3–15 Juli 2023 secara khusus melakukan survei simulasi pasangan Prabowo-Cak Imin dihadapkan dengan pasangan Ganjar-Sandiaga dan Anies-AHY.

Hasilnya, Prabowo-Cak Imin mendapatkan elektabilitas tertinggi pada angka 36,5 persen. Namun posisi itu unggul tipis dibandingkan dengan Ganjar-Sandiaga 36,2 persen. Sedangkan, pada posisi terakhir Anies-AHY 15,9 persen.

Simulasi Capres dan Cawapres Denny JA juga menganalisis bahwa tingkat keterpilihan Prabowo-Cak Imin adalah yang terendah jika dibandingkan simulasi Prabowo berpasangan dengan Cawapres lainnya.

Dalam melakukan survei, Voxpol dan LSI Denny JA memiliki metode survei dan jumlah responden berbeda.

Voxpol melakukan survei terhadap 1.200 responden pada 24 Juli hingga 2 Agustus 2023 dengan metode wawancara secara tatap muka atau face to face yang dilakukan oleh surveyor terlatih. Margin of error tercatat sebesar 2,83 persen.

Sementara LSI Denny JA melakukan survei pada periode 3–15 Juli 2023 dengan menyasar 1.200 responden. Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Pemilihan responden dilakukan dengan cara multistage random sampling dikolaborasikan riset kualitatif. LSI Denny JA menyatakan bahwa hasil survei mereka memiliki margin of error lebih kurang 2,9 persen.

Baca juga artikel terkait URGENT atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Politik
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto