Menuju konten utama

Australia Beri Listrik Gratis 3 Jam Sehari dari Energi Surya

Rumah tangga di Australia segera nikmati aliran listrik gratis setiap hari lewat skema Solar Sharer Offer.

Australia Beri Listrik Gratis 3 Jam Sehari dari Energi Surya
Cuaca terik di Australia. Foto/iStock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rumah tangga di sejumlah wilayah Australia akan segera menikmati fasilitas aliran listrik gratis selama minimal tiga jam setiap harinya. Kebijakan insentif ini diluncurkan melalui program Solar Sharer Offer (SSO) per Juli 2026 sebagai solusi atas melimpahnya produksi energi surya di siang hari yang kerap terbuang sia-sia.

Program ini diberlakukan di berbagai wilayah, meliputi New South Wales, Australia Selatan, dan tenggara Queensland. Pemerintah Australia bahkan menyatakan opsi serupa sedang dipertimbangkan untuk diperluas ke daerah lain, menyusul langkah Victoria yang lebih dulu mengumumkan program tiga jam listrik gratis mulai 1 Oktober.

Namun, tidak semua warga otomatis bisa serta-merta menikmati fasilitas ini. Akses hanya diberikan kepada pelanggan di kawasan yang tercakup dalam Default Market Offer Regulator Energi Australia.

Selain itu, syarat utamanya adalah memiliki smart meter dan mendaftar secara aktif ke penawaran tersebut. Regulator Energi Australia telah menetapkan target pemasangan smart meter secara nasional bagi seluruh pelanggan Pasar Energi Nasional paling lambat 30 November 2030.

Bagi yang ingin memasang lebih awal, biaya instalasi mungkin harus ditanggung sendiri, terutama jika disertai dengan penambahan panel surya atau baterai.

Meski waktu pasti periode gratis masih belum ditetapkan, diperkirakan akan berlangsung antara pukul 11.00 hingga 14.00, sesuai puncak produksi tenaga surya. Beberapa penyedia layanan sebenarnya sudah menawarkan paket serupa. Salah satunya dimanfaatkan oleh teknisi listrik Brendan Lang di Melbourne.

"Saya sudah mengalihkan pemakaian listrik ke jam-jam dengan tarif lebih murah," ujarnya, seperti dikutip dari ABC.net, Jumat (3/7/2026).

Lang mengatakan smart meter memiliki kinerja yang lebih baik dan efisien, "seperti meningkatkan ponsel analog ke ponsel pintar, dengan kemampuan lebih besar untuk mengatur konsumsi energi."

Namun demikian, pakar mengingatkan agar konsumen cermat sebelum beralih ke skema ini. Alan Pears, pakar efisiensi energi dari RMIT dan Universitas Melbourne, menyatakan ada potensi peningkatan harga dengan menggunakan smart meter ini.

"Kontrak semacam ini mungkin menerapkan harga lebih tinggi dibandingkan tarif tradisional di waktu lain,” ucapnya.

Karena itu, ia menyarankan setiap rumah tangga menghitung total pemakaian energi mereka dan membandingkan berbagai opsi sebelum memutuskan untuk beralih.

Bagi yang bisa memanfaatkan tarif listrik gratis, Pears merekomendasikan kegiatan seperti mencuci pakaian, memasak dalam jumlah besar, menyedot debu, atau memotong rumput dengan alat listrik pada jam-jam tersebut. Jika tidak berada di rumah, sebagian besar perangkat modern memiliki fitur penjadwalan otomatis yang bisa diatur.

Untuk membantu efektifitas energi, Brian Spak dari Energy Consumers Australia menambahkan, bahwa perlu melakukan pemantauan harian untuk melihat konsumsi daya dan tarif yang dikenakan.

"Jika Anda memiliki smart meter, pengecer biasanya menyediakan portal daring atau informasi dalam tagihan yang memungkinkan Anda memeriksa pemakaian terbaru,” katanya.

Baca juga artikel terkait PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah