Menuju konten utama

Aula Unisba Bandung Rawat 201 Orang Terdampak Gas Air Mata

Massa aksi di Gedung DPRD Jawa Barat dilarikan ke Aula Unisba untuk segera mendapatkan perawatan dan pengobatan akibat terkena gas air mata.

Aula Unisba Bandung Rawat 201 Orang Terdampak Gas Air Mata
Petugas kesehatan memberi pertolongan bagi massa aksi di Aula Unisba, Kota Bandung, Jumat (29/8/2025). Tercatat data sementara, ada sekira 201 korban yang dilarikan dari titik aksi di gedung DPRD Jabar ke pos kesehatan. tirto.id/Amad NZ.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, pada Jumat (29/8/2025) menimbulkan korban luka-luka dan gangguan pernapasan akibat tembakan gas air mata.

Berdasarkan catatan tenaga medis di Aula Universitas Islam Bandung (Unisba), data sementara hingga pukul 21.30 WIB, terdapat sebanyak 201 massa aksi yang menjadi korban luka.

Pantauan kontributor Tirto, massa aksi dilarikan ke Aula Unisba untuk segera mendapatkan perawatan dan pengobatan akibat terkena gas air mata. Diketahui sampai pukul 22.00 WIB, massa demo masih berada di titik lokasi.

Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unisba, Fajar Awalia Yulianto, turut menjelaskan situasi di lapangan. Bahkan menurutnya, sejak pukul 16.00 hingga sekitar 18.30 WIB, jumlah korban terus bertambah.

"Kami membuat triase darurat untuk memilah korban berdasarkan tingkat kegawatannya, mana yang urgen, bisa ditunda, atau yang tergolong ringan," jelas Fajar berdasarkan keterangan yang diterima awak media.

Penanganan medis pengunjuk rasa di Bandung

Seorang peserta aksi mendapatkan perawatan di Aula Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

Fasilitas yang disediakan, lanjutnya, mencakup alat pemeriksaan kegawatdaruratan seperti stetoskop, oksimeter, peralatan medis dasar, P3K, hingga logistik penunjang berupa makanan dan minuman bagi petugas medis.

Fakultas Kedokteran Unisba bertindak sebagai koordinator utama dalam kegiatan ini. Pihaknya menegaskan, seluruh bantuan diberikan secara murni atas dasar kemanusiaan.

Universitas bersikap netral dan tidak berpihak kepada pihak mana pun dalam situasi yang terjadi.

"Kami tidak bekerja sendiri. Unisba menjadi pusat koordinasi dengan dukungan dari STAI Sabili dan Unpas [Universitas Pasundan], serta adanya pos tambahan di Unpas. Dengan begitu, korban bisa dikendalikan dan diarahkan sebagian ke Unpas,” tegasnya.

Aksi 29 Agustus di Bandung berakhir ricuh

Massa aksi membakar gerbang saat aksi di Depan Gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN POLISI TANGANI DEMO atau tulisan lainnya dari Amad NZ

tirto.id - Flash News
Kontributor: Amad NZ
Penulis: Amad NZ
Editor: Bayu Septianto