tirto.id - Aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, pada Jumat (29/8/2025) menimbulkan korban luka-luka dan gangguan pernapasan akibat tembakan gas air mata.
Berdasarkan catatan tenaga medis di Aula Universitas Islam Bandung (Unisba), data sementara hingga pukul 21.30 WIB, terdapat sebanyak 201 massa aksi yang menjadi korban luka.
Pantauan kontributor Tirto, massa aksi dilarikan ke Aula Unisba untuk segera mendapatkan perawatan dan pengobatan akibat terkena gas air mata. Diketahui sampai pukul 22.00 WIB, massa demo masih berada di titik lokasi.
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unisba, Fajar Awalia Yulianto, turut menjelaskan situasi di lapangan. Bahkan menurutnya, sejak pukul 16.00 hingga sekitar 18.30 WIB, jumlah korban terus bertambah.
"Kami membuat triase darurat untuk memilah korban berdasarkan tingkat kegawatannya, mana yang urgen, bisa ditunda, atau yang tergolong ringan," jelas Fajar berdasarkan keterangan yang diterima awak media.

Fasilitas yang disediakan, lanjutnya, mencakup alat pemeriksaan kegawatdaruratan seperti stetoskop, oksimeter, peralatan medis dasar, P3K, hingga logistik penunjang berupa makanan dan minuman bagi petugas medis.
Fakultas Kedokteran Unisba bertindak sebagai koordinator utama dalam kegiatan ini. Pihaknya menegaskan, seluruh bantuan diberikan secara murni atas dasar kemanusiaan.
Universitas bersikap netral dan tidak berpihak kepada pihak mana pun dalam situasi yang terjadi.
"Kami tidak bekerja sendiri. Unisba menjadi pusat koordinasi dengan dukungan dari STAI Sabili dan Unpas [Universitas Pasundan], serta adanya pos tambahan di Unpas. Dengan begitu, korban bisa dikendalikan dan diarahkan sebagian ke Unpas,” tegasnya.

Penulis: Amad NZ
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































