tirto.id - PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana hingga Rp8 triliun untuk menjalankan program pembelian kembali saham atau share buyback selama 12 bulan ke depan. Presiden Direktur Astra International, Rudy Chen, menyatakan aksi korporasi tersebut akan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan harga dan valuasi saham perseroan.
"(Kalau) ada opportunity-opportunity yang bagus, tentu kami akan melakukan investasi dan kami melakukan buyback secara berkala, when the price atau valuasi kami rasakan itu cukup menarik," kata Rudy, dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Rudy juga memastikan program buyback tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juli 2026. Namun, pelaksanaan buyback harus dipastikan tidak akan mengganggu neraca keuangan Perseroan.
"Tentu itu semua kami lakukan tetap menjaga kondisi neraca kita," tuturnya.
Rudy menjelaskan buyback menjadi salah satu bagian dari prioritas alokasi modal Astra, setelah perseroan memastikan kebutuhan belanja modal untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis dan pembayaran dividen.
Sebelumnya, Astra bersama anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR), telah menyelesaikan program share buyback dengan nilai keseluruhan mencapai Rp7,4 triliun pada periode November 2025 hingga Juni 2026.
Selain Astra, United Tractors juga telah memperoleh persetujuan untuk menjalankan program buyback baru dengan nilai hingga Rp2 triliun untuk periode tiga bulan mulai Juli 2026.
Sebagai informasi, Astra mengalokasikan total modal sekitar Rp35,6 triliun untuk capex dan investasi sepanjang 2026. Hingga semester I 2026, realisasinya mencapai Rp16,9 triliun.
Adapun prioritas alokasi modal Astra terdiri atas pemenuhan maintenance capex, pembayaran dividen, investasi pada peluang yang menarik, serta pembelian kembali saham ketika valuasi dinilai sesuai.
"Pertama, kami memastikan capex maintenance itu harus ada untuk memastikan keberlangsungan bisnis yang ada. Dan kedua, tentu kita tidak lupa juga yang menjadi prioritas kita adalah kami akan melakukan pembayaran dividen," ujar Rudy.
Astra mempertahankan target dividend payout ratio di kisaran 45-50 persen dari recurring profit. Setelah memenuhi kebutuhan tersebut, perseroan akan mengalokasikan modal untuk peluang investasi yang dinilai menarik dan menjalankan buyback secara berkala.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




































