Menuju konten utama

AS Bom Pesta Pernikahan di Iran, Teheran Lakukan Aksi Balasan

Serangan bom dari Amerika Serikat masih berlanjut di Iran. Sebaliknya, Iran juga lakukan serangan balasan ke fasilitas militer AS di negara tetangga.

AS Bom Pesta Pernikahan di Iran, Teheran Lakukan Aksi Balasan
Bendera Iran terlihat di atas sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan baru-baru ini di kota Vahdat di Karaj, barat daya Teheran pada 3 April 2026. (Foto oleh ATTA KENARE / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mengebom sebuah pesta pernikahan di Iran pada Rabu (2/9/2026). Teheran menyebut, sedikitnya lima orang di dalam pesta terbunuh karena serangan itu. Hal ini terjadi di tengah eskalasi dalam Perang AS-Iran belakangan ini.

Seturut Al Jazeera, pengeboman di pesta pernikahan itu diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismaeil Baghaei. Dalam keterangannya pada Rabu, Baghaei menyebut pesta pernikahan ini berlangsung di Kuhestak, wilayah bagian Sirik.

Orang-orang di dalam pesta itu disebutnya merupakan sebagian korban dari serangan AS yang meluas di berbagai kota. Baghaei menggambarkannya sebagai serangan “brutal”.

Kantor berita semi-resmi, Tasnim, sebelumnya melaporkan adanya ledakan di banyak kota pesisir. Selain Kuhestak di Sirik, ledakan juga disebut terjadi di Konarak, Provinsi Sistan dan Baluchestan; Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan; Jask, Provinsi Hormozgan; Asaluyeh, Provinsi Bushehr; Ahvaz, Provinsi Khuzestan, dan Pulau Qeshm.

Di Sirik, gubernur Reza Shahdiyan, menyebut ada 63 orang yang terluka di wilayahnya karena serangan terbaru AS. Dalam keterangannya untuk stasiun televisi milik pemerintah, IRIB, Shahdiyan mengatakan 50 orang di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, sebanyak lima orang dalam pesta pernikahan di Kuhestak, Sirik, tewas. Pejabat Kementerian Kesehatan Iran menyebut para korban itu “termasuk seorang anak”.

Tak lama setelah serangan itu, Palang Merah Iran menerbitkan rekaman sebuah bangunan yang hancur, puingnya berserakan di tanah. Mereka juga merilis gambar beberapa anak yang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Seiring serangan terjadi, kantor berita semi-resmi Fars merilis laporan seorang anak yang selamat dari pemboman AS pada Rabu. Ia menyebut bahwa suara jet tempur tiba-tiba terdengar sesaat sebelum ia tiba di lokasi kejadian.

“Saat kami tiba di sana, terjadi ledakan. Ledakannya sangat dahsyat. Batu bata, bebatuan, dan semen mengenai wajah dan kepala saya. Banyak lainnya terluka. Semuanya warga biasa,” tuturnya.

Laporan ini muncul tak talam dari pengumuman militer AS tentang gelombang serangan baru yang mereka lancarkan di Iran pada Rabu. AS mengklaim bahwa gelombang serangan itu dilakukan sebagai aksi balasan serangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kapal di Selat Hormuz.

Dalam klaim mereka, militer AS menyebut bahwa gelombang serangan itu menargetkan “target militer Iran”. Beberapa di antaranya adalah situs pertahanan udara Iran, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan peletakan ranjau, dan situs komunikasi.

Ismaeil Baghaei menyebut serangan terbaru AS tersebut merupakan bagian dari “kekejaman yang mendahuluinya”. Keterangan itu merujuk pada pemboman sekolah putri di Kota Minab dan kompleks sipil di Lamerd pada hari pertama pecahnya perang.

“Iran akan menanggapi kejahatan biadab ini dengan tegas,” kata Baghaei.

Ia juga menyerukan agar komunitas internasional turut bertindak dan bersikap atas serangan tersebut. Menurutnya, serangan AS di Iran adalah serangan yang militer yang harusnya dikecam komunitas internasional.

“Pemerintah dan lembaga internasional yang tetap diam menghadapi kebiadaban semacam itu, atau berupaya membenarkan tindakan tersebut, harus memahami bahwa kebungkaman mereka bukanlah netralitas,” tuturnya.

IRGC Kirim Rudal dan Drone ke Negara Tetangga

IRGC, di sisi lain, menyatakan telah membalas gelombang serangan AS pada Rabu. Setelah serangan terjadi, IRGC menyebut mereka telah melancarkan serangan rudal dan drone ke arah pangkalan dan aset AS di Yordania, Bahrain, dan Irak.

Di Yordania, IRGC mengeklaimmenyerang Kamp Titin di dekat Teluk Aqaba yang digunakan Korps Marinir AS. Mereka juga menyerang pangkalan udara Pangeran Hassan, menargetkan hanggar penampung drone, dan mengaku berhasil menghancurkan beberapa pesawat dan membunuh personel AS.

Namun, militer Yordania mengatakan bahwa mereka berhasil mencegat 10 dari 13 rudal yang ditembakkan ke arah mereka. Tiga rudal yang gagal dicegat jatuh di lahan terbuka. Sedangkan, seorang pejabat AS menyebut tidak ada korban luka atau kerusakan signifikan di Kamp Titin.

Sementara itu, di Bahrain, IRGC mengataka mereka menargetkan instalasi radar dan sebagian pangkalan udara Sheikh Isa. Di saat bersamaan, Kementerian Dalam Negeri Bahrain merilis peringatan berulang kali berisi instruksi agar penduduk berlindung.

Selain itu, IRGC juga mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas AS di Erbil, Irak utara. Dalam klaim mereka, pusat perbaikan dan gudang peralatan teknis, serta tiga tangki bahan bakar rusak karena serangan.

Akan tetapi, klaim keberhasilan serangan Iran ke sejumlah negara Teluk Persia itu sejauh ini belum bisa diverifikasi secara independen.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar