Menuju konten utama

Arsari Group Bantah Hashim Kuasai Saham FolaPlay

Arsari Group membantah Hashim Djojohadikusumo memiliki saham atau keterlibatan di FolaPlay, serta menyebut tuduhan soal Piala Dunia 2026 tak berdasar.

Arsari Group Bantah Hashim Kuasai Saham FolaPlay
Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo (kedua kiri) dan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno (kanan) berjalan sebelum melakukan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Jakarta, Selasa (22/4/2025). Pertemuan tersebut membahas transisi energi dan dan energi terbarukan di antaranya penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Arsari Group angkat bicara ihwal kabar yang mengaitkan nama Hashim S. Djojohadikusumo dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay), platform OTT yang turut menayangkan Piala Dunia 2026.

Perusahaan menegaskan bahwa pendiri sekaligus Presiden Direktur Arsari Group itu tidak memiliki saham maupun keterlibatan apa pun di perusahaan tersebut.

Vice President Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan, menekankan bahwa tuduhan yang menyebut adanya penggunaan anggaran negara dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 untuk menguntungkan Hashim adalah tidak benar.

"Bapak Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay)," kata Ariseno dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2026).

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa Hashim tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat (beneficial owner), pengurus, maupun penasihat di FolaPlay.

Dengan demikian, segala tuduhan yang mengaitkan Hashim dengan perusahaan tersebut dinilai tidak berdasar dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi.

Di sisi lain, Arsari Group juga menyoroti maraknya informasi yang dinilai tidak akurat, spekulatif, dan bersifat fitnah yang belakangan ini diarahkan kepada Hashim.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menerima informasi, serta mengutamakan verifikasi fakta dari sumber yang kredibel sebelum menyebarluaskannya.

"Penyebaran tuduhan tanpa dasar yang jelas dan tanpa dukungan bukti yang memadai tidak hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga berpotensi menyesatkan masyarakat ," tutur Ariseno.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana