Menuju konten utama

Dapur MBG Sikka Bagikan Makanan Siap Saji bagi Pengungsi Gempa

SPPG Sikka distribusikan ratusan porsi makanan siap saji untuk pengungsi gempa di Posko Gelora Samador. Jumlah bantuan disiapkan bertambah.

Dapur MBG Sikka Bagikan Makanan Siap Saji bagi Pengungsi Gempa
Penyaluran makanan siap saji dari Dapur MBG di Kota Maumere pada posko pengungsian, Sabtu (15/8/2026) malam. Foto: Mario Sina.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka menyalurkan makanan siap saji kepada ratusan warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Pantauan kontributor tirto.id di Posko Pengungsian Gelora Samador, Maumere, pada Sabtu malam, tampak para pengungsi menerima pembagian makanan siap saji yang disediakan dan didistribusikan oleh pengelola dapur MBG. Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sikka, Egenius Djara, mengatakan bantuan makanan siap saji disalurkan oleh dua SPPG, yakni SPPG Waaliti dan SPPG Watugong 3.

“Untuk malam ini ada dua SPPG yang membantu untuk mendistribusikan makanan siap saji kepada para masyarakat yang terdampak bencana alam hari ini, gempa,” kata Egenius.

Masing-masing SPPG menyiapkan 300 porsi makanan. Dengan demikian, total makanan yang didistribusikan kepada para pengungsi pada Sabtu malam mencapai 600 porsi.

Egenius menjelaskan, jumlah SPPG yang terlibat dalam penyaluran bantuan makanan akan bertambah pada Minggu, 16 Agustus 2026. Sebanyak empat SPPG akan dilibatkan untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak gempa.

“Untuk esok hari, sesuai dengan data yang sudah kami terima, akan ada penambahan jumlah. Jadi besok ada sekitar empat SPPG yang akan membantu untuk mendistribusikan makanan siap saji kepada para masyarakat yang terdampak bencana gempa,” ujarnya.

Dengan masing-masing SPPG menyiapkan 300 porsi, total makanan yang disiapkan pada Minggu diperkirakan mencapai 1.200 porsi.

Egenius mengatakan, penyaluran makanan bagi korban bencana merupakan bagian dari fungsi SPPG sebagai dapur umum dalam situasi tanggap bencana.

“Jadi untuk bantuan makanan ini memang secara aturan di SE bahwa SPPG sebagai tempat untuk dapur umum siap sedia tanggap bencana. Jadi ketika di daerah ada bencana, maka SPPG di daerah wajib hukumnya untuk membantu masyarakat dalam meringankan beban,” katanya.

Menurut dia, distribusi makanan bagi pengungsi tidak mengganggu aktivitas utama SPPG karena penyaluran dilakukan pada hari libur.

Selain menyediakan makanan bagi pengungsi, SPPG tetap menjalankan distribusi makanan kepada sekolah penerima manfaat. Namun, terdapat tambahan porsi yang dialokasikan khusus bagi masyarakat terdampak bencana.

Egenius menyebutkan, saat ini terdapat 18 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Sikka. Seluruh SPPG tersebut nantinya dapat dilibatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan bagi warga terdampak, dengan pembagian berdasarkan jumlah pengungsi dan kebutuhan di lapangan.

“Pasti kita bagi dengan kira-kira berapa yang terdampak bencana baru kita bagi per 18 SPPG yang sudah operasional,” jelasnya.

Terkait pengungsi mandiri, Egenius mengatakan penyaluran makanan untuk sementara difokuskan pada lokasi pengungsian atau posko yang dikelola pemerintah dan telah memiliki data pengungsi yang lengkap.

“Kita mungkin karena kita juga ada administrasi, harus data lengkap jelas, maka kita fokus ke tempat-tempat posko yang memang sudah ada data lengkap,” katanya.

Ia berharap warga yang masih mengungsi secara mandiri dapat bergabung dengan posko pengungsian yang disediakan pemerintah sehingga pendataan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih teratur.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Mario Wihelmus PS

tirto.id - Flash News
Reporter: Mario Wihelmus PS
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Rina Nurjanah