Menuju konten utama

Apa Itu Tabarruj dalam Islam dan Bagaimana Contohnya?

Tabarruj dalam Islam dilarang, sebagaimana diatur dalam Al-Qur'an dan hadis. Simak penjelasan tentang tabarruj dan contoh perilakunya.

Apa Itu Tabarruj dalam Islam dan Bagaimana Contohnya?
Ilustrasi Islam di Australia. foto/IStockphoto

tirto.id - Islam merupakan agama yang mengatur segala sendi kehidupan umatnya, tidak luput perihal wanita. Dalam Islam, cara wanita berbusana dan berhias diatur dengan maksud melindungi harkat serta martabatnya.

Salah satu hal yang dilarang dalam Islam adalah berperilaku tabarruj (tabaruj). Lantas, apa itu tabaruj? Bagaimana contoh perilaku tabaruj?

Apa Itu Perilaku Tabarruj?

Kata tabaruj berasal dari bahasa Arab dengan bentuk masdar tabarroja, artinya menunjukkan perhiasan atau keindahan. Dengan demikian, tabaruj bisa diartikan sebagai aktivitas menunjukkan perhiasan atau keindahan tersebut.

Secara lengkap, tabarruj adalah perilaku menampakkan kecantikan dan keelokan tubuhnya, sehingga menimbulkan syahwat dari lawan jenis yang bukan mahramnya. Syaikh Abdul 'ala al-Madudi menjelaskan, apabila disematkan pada seorang wanita, tabaruj mempunyai tiga pengertian:

  • Seorang wanita yang menampakan kepada orang asing kecantikan wajahnya serta anggota badan yang bisa membuat fitnah.
  • Menampakan pada orang asing keindahan baju maupun perhiasannya.
  • Menampakan dirinya dengan cara jalannya yang berlenggak-lenggok dan memakai minyak wangi supaya diperhatikan oleh para lelaki.

Sebagaimana pengertian di atas, esensi tabaruj adalah perilaku menunjukkan keindahan dan perhiasannya. Dengan demikian, selain diperuntukkan bagi wanita, tabarruj laki-laki juga berlaku.

Hukum tabarruj dalam Islam adalah haram sesuai dengan Al-Qur'an, sunah Rasulullah saw., dan kesepakatan para ulama. Seluruh tubuh wanita adalah aurat yang tidak boleh diperlihatkan, meliputi badan, rambut, perhiasan, serta pakaian dalam. Ayat tentang tabarruj salah satunya terdapat dalam Surah Al-Ahzab ayat 33:

"Tetaplah [tinggal] di rumah-rumahmu dan janganlah berhias [dan bertingkah laku] seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya," (QS. Al-Ahzab [33]: 33).

Sementara itu, hadits tentang larangan tabarruj salah satunya berasal dari riwayat Imam Tirmidzi dan al-Bazaar sebagai berikut:

“Sesungguhnya seorang wanita adalah aurat, yang apabila keluar [dari rumah] maka setan akan mempercantik [orang yang] melihatnya,” (HR. Tirmidzi dan al-Bazaar).

Macam-macam Tabarruj

Macam-macam tabarruj sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, baik secara sadar atau tidak. Berikut ini macam-macam tabarruj yang sebaiknya tidak dilakukan seorang muslimah:

1. Bertabaruj dengan minyak wangi

Dalam buku Wawasan al-Qur'an: Tafsir Tematik atas Berbagai Persoalan Ummat (2007), Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa wanita tidak diharuskan memakai wewangian pada pakaian. Sebab, hal itu dapat menarik perhatian orang lain, terutama lawan jenis yang bukan mahramnya.

Wewangian yang dilarang dalam hal ini ialah yang terlalu berlebihan. Di sisi lain, wanita yang bermasalah dengan bau badan tetap diperbolehkan menggunakan wewangian untuk menghilangkan bau, selagi tidak berlebihan.

2. Bertabaruj dengan pakaian

Bertabaruj dengan pakaian di antaranya mengenakan terlalu ketat dan tipis yang menunjukkan kemolekan tubuhnya. Selain itu, menggunakan jilbab punuk dan menerawang juga termasuk tabaruj.

Islam memerintahkan kepada kaum hawa untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat serta tidak menampakkan bentuk tubuh.

3. Bertabaruj dengan perhiasan

Bertabaruj dengan perhiasan di antaranya memakai cincin, gelang tangan, gelang kaki, dan anting, secara berlebihan. Terlebih, apabila mereka menggunakan perhiasan dengan maksud untuk pamer.

Islam melarang para muslimah untuk memakai perhiasan secara berlebihan. Ditakutkan justru mengundang kejahatan yang dapat mencelakai dirinya.

4. Bertabaruj dengan gaya berjalannya

Berjalan berlenggak-lenggok di depan lelaki yang bukan mahramnya juga merupakan perbuatan tabaruj. Islam melarang seorang muslimah melakukan tindakan berjalan seperti itu. Hal yang sama juga berlaku bagi lelaki.

Contoh Tabarruj dalam Berbusana

Contoh tabarruj dalam berbusana banyak ditemukan di sekitar kehidupan kita, termasuk di media sosial. Berikut ini contoh tabarruj dalam berbusana:

  • Seorang muslim laki-laki berpakaian ketat untuk menunjukkan bentuk tubuh kekarnya saat berkumpul teman-temannya, yang notabene banyak kalangan wanita.
  • Muslimah tidak memakai hijab keluar rumah.
  • Muslimah memakai kerudung punuk unta.
  • Muslimah muslim memakai kerudung tipis yang menampakan rambutnya.
  • Muslimah menggunakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalam tubuhnya.
  • Muslimah yang memakai pakaian lebih seksi sehingga mengundang hasrat lawan jenis bukan mahram.
  • Muslimah yang mengenakan celana ketat sehingga menampakkan lekukan bagian bawah tubuhnya.

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN AGAMA ISLAM atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin