Menuju konten utama

Apa itu Program School to Work Transition untuk Anak SMK?

School to Work Transition merupakan program bagi siswa SMK, untuk meningkatkan keterampilan. Simak bagaimana penerapan School to Work Transition.

Apa itu Program School to Work Transition untuk Anak SMK?
Siswa jurusan teknik mesin mempraktikkan produksi suku cadang roda gigi mesin di SMK N Jawa Tengah Kampus Semarang, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/8/2023). ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.

tirto.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menerapkan program School to Work Transition sebagai upaya mempersiapkan siswa SMK memasuki dunia kerja. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemnaker, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman Bersama (MoU) yang ditandatangani pada 24 Maret 2025. Program ini mencakup berbagai skema, seperti perpanjangan masa belajar satu tahun untuk kerja praktek di Balai Latihan Kerja (BLK), pelatihan vokasi pasca kelulusan, serta magang di industri dalam dan luar negeri.

Dengan adanya program ini, pemerintah berharap lulusan SMK lebih siap menghadapi tuntutan industri dan mengurangi angka pengangguran lulusan SMA-SMK yang saat ini diperkirakan mencapai 4 juta orang.

Apa itu Program School to Work Transition yang akan Diterapkan pada SMK?

Program School to Work Transition adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan mempersiapkan siswa SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus. Program digaungkan untuk mengurangi angka pengangguran lulusan SMK melalui pelatihan dan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Skema pelaksanaan program ini mencakup beberapa opsi, di antaranya perpanjangan masa belajar di SMK selama satu tahun untuk menjalani pelatihan di BLK yang dikelola oleh Kemnaker.

Selain itu, lulusan SMK dapat mengikuti pelatihan lanjutan di Balai Pelatihan Vokasi guna meningkatkan keterampilan (upskilling) sesuai tuntutan pasar kerja modern. Program ini juga memberikan kesempatan magang di industri, baik dalam maupun luar negeri, dengan dukungan perlindungan tenaga kerja dari P2MI.

Dengan adanya program ini, lulusan SMK diharapkan memiliki keterampilan yang lebih mumpuni dan siap bersaing di dunia kerja.

Di samping memberikan pengalaman kerja langsung, program ini juga berorientasi pada sertifikasi keahlian, sehingga lulusan memiliki daya saing lebih tinggi dalam memperoleh pekerjaan atau menjadi wirausaha mandiri.

Tujuan Penerapan Program School to Work Transition

Program School to Work Transition bertujuan menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja, khususnya bagi lulusan SMK. Dengan program ini, siswa akan mendapatkan pelatihan tambahan sebelum memasuki dunia kerja, sehingga mereka memiliki keterampilan yang lebih siap digunakan di industri.

Melalui skema seperti perpanjangan masa sekolah, pelatihan di BLK, serta magang di perusahaan atau luar negeri, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kerja siswa dan mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, program ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Dengan adanya kerja sama antara Kemnaker, Kemendikdasmen, dan P2MI, pelatihan dan magang yang diberikan akan lebih relevan dengan tuntutan pasar kerja saat ini.

Tidak hanya mengasah keterampilan teknis, siswa juga akan memperoleh sertifikasi yang menjadi nilai tambah dalam persaingan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca juga artikel terkait SMK atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Edusains
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dicky Setyawan