Menuju konten utama

Definisi Autoerotique Asphyxiation, Risiko, dan Pencegahannya

Autoerotique asphyxiation merupakan salah satu gangguan masokis seksual dengan penghambatan oksigen. Berikut risiko dan pencegahannya.

Definisi Autoerotique Asphyxiation, Risiko, dan Pencegahannya
Ilustrasi penyakit pernafasan. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Autoerotique asphyxiation atau asfiksia auto-erotik merupakan salah satu aktivitas seksual ekstrem yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Istilah ini kerap digunakan ketika tindakan tersebut dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri. Simak definisi, risiko, dan pencegahannya.

Secara definisi, asfiksia autoerotik merupakan kata benda. Artinya adalah asfiksia yang disebabkan oleh tindakan mencekik diri sendiri secara sengaja saat masturbasi untuk mengintensifkan orgasme melalui berkurangnya aliran oksigen ke otak.

Adapun asfiksia sendiri merupakan kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Asfiksia auto-erotik merupakan pembatasan oksigen yang disengaja ke otak untuk tujuan birahi. Aktivitas ini dilakukan beberapa orang untuk meningkatkan kepuasan seksualnya.

Apa Itu Autoerotique asphyxiation?

Menurut artikel ilmiah berjudul “Sexual Masochism Disorder with Asphyxiophilia: A Deadly yet Underrecognized Disease” (2016) yang ditulis Coluccia, dkk, hal ini merupakan sejenis gangguan.

Asfiksiofilia didefinisikan suatu bentuk masokisme seksual yang berbahaya dan berpotensi mematikan yang melibatkan gairah seksual dengan kekurangan oksigen.

Artikel yang sama menjelaskan lebih rinci bahwa asfiksiofilia merupakan salah satu kondisi paling berbahaya yang terkait dengan gangguan masokis seksual dan ditandai dengan penggunaan berbagai strategi.

Tujuannya untuk mencapai tingkat deplesi oksigen yang diperlukan dalam rangka meningkatkan gairah seksual. Contohnya mencekik diri sendiri, menggantung diri, dan mencekik dengan benda seperti kantong plastik di atas kepala.

Lalu kompresi dada, penggunaan gas atau pelarut yang mudah menguap, atau kombinasi dari ini, hingga kehilangan kesadaran.

Tak hanya itu, asfiksiofilia sering kali disertai dengan parafilia lain. Misalnya perbudakan dan transvetisme serta berbagai macam perlengkapan, alat bantu seksual atau agen perangsang nyeri, pakaian kewanitaan intim, kunci, majalan porno, dan barang-barang karet.

Kemudian, penghirupan anestesi, inhalan, dan pelarut kadang-kadang terjadi dalam kombinasi dengan perangkat lain yang sesuai, seperti masker gas, masker anestesi, atau masker selam.

Individu yang menghirup zat-zat tersebut atau lebih sering merendam kain dengan pelarut, lalu memasukkan kain tersebut ke dalam mulut untuk menghirup udaranya.

Risiko Autoerotique Asphyxiation

Risiko tindakan asfiksia auto-erotik jelas dapat mengancam jiwa. Hal ini tentunya karena kekurangan oksigen sehingga sel-sel dapat mulai mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat masalah lain, seperti yang dilaporkan dalam beberapa kasus.

Contoh kasus, yakni hasil otopsi atas kasus seorang pria berusia 35 tahun yang tewas tergeletak di bak kabin truk dan menggantung dirinya di bingkai jendela menggunakan sabuk kulit.

Ada tanda ligatur di leher dan pendarahan petekie di konjungtiva, tetapi tidak ada pendarahan di otot leher atau fraktur tulang hyoid atau tulang rawan tiroid.

Pada perempuan, kematian ditentukan oleh mati lemas karena pencekikan dan oleh kantong plastik yang diletakkan di atas kepala individu. Bahkan, dalam satu kasus ada bukti tambahan di tempat kejadian bahwa mendiang telah menghirup eter.

Tindakan Pencegahan Autoerotique Asphyxiation

Ilustrasi orang meninggal dunia

Ilustrasi orang meninggal dunia. FOTO/iStockphoto

Tindakan ini merupakan praktik berisiko tinggi yang membawa konsekuensi besar. Baik dilakukan secara pribadi maupun berpasangan, tindakan ini tetap mengancam nyawa.

Nahasnya, motif di balik tindakan ini memang mencari kenikmatan, tetapi yang terjadi justru kematian dalam sekejap. Meski terdapat strategi atau membuat semacam “mekanisme penyelamatan” dalam pelaksanaannya, tetap saja potensi gagalnya lebih besar sehingga kehilangan kesadaran.

Di Amerika Serikat sendiri tercatat sebanyak 250 dari 1.000 kematian per tahun disebabkan asfiksia autoerotik. Sebagian besar kasus asfiksia terjadi dengan cara gantung diri, pengikatan, kantong plastik, zat kimia, atau campuran dari semua itu.

Untuk itu, bentuk pencegahan adalah dengan cara menghindari. Selain risiko yang dihadapi berupa kehilangan nyawa, setelah meninggal pun masih dihadapkan dengan berbagai situasi yang tidak hanya menyangkut diri sendiri.

Pelaku asfiksia autoerotik setelah meninggal bisa salah dikira bunuh diri karena posisi tubuh dan barang-barang di sekitar korban. Tak hanya itu, lingkungan keluarga pun sering menolak diagnosis ini karena dianggap memalukan sehingga membuat penyelidikan jadi rumit. Ini karena berhubungan dengan stigma yang berlaku di masyarakat.

Baca juga artikel terkait GANGGUAN atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo