tirto.id - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, baru-baru ini mengklarifikasi kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang terjadi di era kepemimpinannya.
Menurut Nadiem, perangkat tersebut tidak untuk sekolah-sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), melainkan secara khusus ditargetkan untuk institusi yang sudah memiliki akses internet. Ia juga menegaskan bahwa uji coba Chromebook di daerah 3T tidak dilaksanakan di bawah kepemimpinannya.
Keputusan pengadaan Chromebook didasarkan pada beberapa pertimbangan. Nadiem menyebutkan bahwa dari segi harga, Chromebook 10-30 persen lebih terjangkau dibandingkan laptop berspesifikasi serupa dengan sistem operasi lain.
Selain itu, sistem operasi Chrome tidak memerlukan biaya lisensi, berbeda dengan sistem operasi lainnya. Keunggulan lain yang disoroti adalah adanya fungsi kontrol aplikasi bawaan. Fitur ini dirancang untuk melindungi siswa dan guru dari konten negatif, seperti pornografi dan judi daring, serta mencegah penggunaan yang tidak semestinya, tanpa biaya tambahan.
Kejaksaan Agung mencurigai adanya dugaan korupsi pengadaan Chromebook pada periode 2019-2022. Kejaksaan mencurigai adanya pemufakatan jahat untuk mengarahkan kajian teknis agar merekomendasikan penggunaan laptop berbasis sistem operasi Chrome.
Hal ini terjadi meskipun uji coba sebelumnya pada tahun 2019 menunjukkan bahwa Chromebook kurang efektif di daerah dengan infrastruktur internet yang belum merata. Nadiem sendiri menjelaskan bahwa program untuk daerah 3T di masa kepemimpinannya adalah Awan Penggerak, yang menyediakan perangkat local cloud khusus bagi sekolah-sekolah tanpa koneksi internet.
Beda Chromebook dan Laptop
Perbedaan mendasar antara Chromebook dan laptop Windows terletak pada sistem operasi, kapabilitas perangkat lunak, dan orientasi penggunaannya. Chromebook ditenagai oleh Chrome OS buatan Google, sementara sebagian besar laptop konvensional menggunakan Windows OS dari Microsoft.
Chrome OS didesain untuk penggunaan berbasis internet, menawarkan performa ringan dan responsif. Sebaliknya, Windows menyediakan lingkungan kerja yang lebih kompleks dengan kompatibilitas luas terhadap berbagai aplikasi desktop, termasuk perangkat lunak profesional.
Dari perspektif kegunaan, Chromebook unggul dalam kecepatan booting, efisiensi daya baterai, dan kemudahan pengoperasian. Karena sangat mengandalkan aplikasi berbasis cloud serta layanan Google seperti Google Docs dan Drive, Chromebook sangat cocok untuk tugas-tugas ringan seperti menjelajah internet, mengolah dokumen, atau pembelajaran daring.
Di sisi lain, laptop Windows menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi, ideal untuk pengguna yang membutuhkan aplikasi berat seperti perangkat lunak desain grafis, pemrograman kompleks, atau pengeditan video tingkat lanjut.
Terkait ketersediaan aplikasi, laptop Windows jelas lebih unggul karena mendukung beragam perangkat lunak, mulai dari Microsoft Office versi lengkap, Adobe Creative Suite, hingga aplikasi spesifik seperti AutoCAD atau software statistik.
Meskipun Chromebook dapat menjalankan aplikasi Android dan versi web dari Office, fungsionalitasnya sering kali lebih terbatas. Namun, beberapa model Chromebook modern kini mendukung aplikasi Linux (Beta), memperluas cakupan penggunaannya, terutama bagi pengembang atau pengguna yang memiliki kebutuhan teknis tertentu.
Mengenai target pengguna, Chromebook banyak diminati oleh pelajar atau pengguna kasual karena harganya yang relatif lebih terjangkau, bobotnya yang ringan, dan antarmuka yang mudah digunakan. Sebaliknya, laptop Windows lebih sesuai untuk kalangan profesional atau mahasiswa yang membutuhkan perangkat lunak khusus untuk studi atau pekerjaan mereka.
Untuk gaming, laptop Windows juga lebih unggul karena mendukung hardware yang lebih kuat dan kompatibilitas yang luas dengan berbagai judul game. Chromebook, di sisi lain, memiliki keterbatasan dalam performa dan dukungan game.
Harga Chromebook dan Laptop Windows
Analisis harga laptop Chromebook dan laptop Windows dari toko resmi menunjukkan perbedaan signifikan, terutama pada segmen harga terjangkau. Chromebook seringkali menawarkan harga awal yang lebih rendah, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen dengan anggaran terbatas, sementara laptop Windows memiliki rentang harga yang lebih luas dengan variasi spesifikasi yang sangat beragam.
Berikut adalah perbandingan harga berdasarkan penelusuran di toko resmi:
Harga Chromebook
- Harga rata-rata untuk Chromebook baru di Indonesia umumnya berkisar antara Rp899.000 hingga sekitar Rp2.800.000.
- Model-model dasar seperti LAPTOP CHROMEBOOK RAM 4 SSD 32 dapat ditemukan mulai dari Rp899.000.
- Chromebook dengan spesifikasi sedikit lebih tinggi, seperti HP PRO C640 ChromeBook Core i5-10310U 8GB atau Google Pixelbook Go i5, harganya bisa mencapai Rp2.500.000 - Rp2.800.000.
Harga Laptop Windows
- Laptop Windows baru dari toko resmi umumnya dimulai dari kisaran harga Rp2.299.000 untuk model entry-level (misalnya Advan Soulmate T / Soulmate 3rd 14 Laptop Notebook).
- Sebagian besar laptop Windows entry-level hingga menengah, yang dilengkapi prosesor Intel Celeron/Pentium atau AMD Ryzen 3, RAM 4GB/8GB, dan SSD 128GB/256GB, biasanya dijual di atas Rp2.000.000, seringkali berkisar antara Rp2.500.000 hingga Rp6.000.000.
- Laptop Windows dengan spesifikasi lebih tinggi, yang mencakup prosesor Intel Core i5/i7, RAM 8GB/16GB, dan SSD 512GB ke atas, harganya dapat mencapai Rp5.000.000 hingga belasan juta rupiah, bahkan puluhan juta untuk kategori gaming atau premium.
Di sisi lain, laptop Windows menyediakan fleksibilitas lebih dengan beragam pilihan perangkat keras dan perangkat lunak, yang tercermin dalam rentang harga yang jauh lebih bervariasi.
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































