Menuju konten utama

Anggaran Kesehatan Tahun 2019 Direncanakan Rp122 Triliun

Jokowi menyatakan anggaran kesehatan di RAPBN 2019 mencapai Rp122 triliun atau dua kali lipat dari alokasi pada 2014.

Anggaran Kesehatan Tahun 2019 Direncanakan Rp122 Triliun
Presiden Joko Widodo menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan alokasi anggaran kesehatan pada RAPBN 2019 dipatok sebesar Rp122 triliun.

Jokowi menyampaikan hal ini saat menyampaikan pidato penjelasan pemerintah mengenai RUU APBN dan Nota Keuangan 2019 di sidang paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis siang (16/8/2018).

Dalam RAPBN 2019, pemerintah menargetkan belanja negara mencapai Rp2.439,7 triliun atau sekitar 15 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Jokowi, target itu lebih tinggi 10 persen dibanding perkiraan realisasi belanja negara 2018.

“Belanja negara pada tahun 2019 akan diarahkan pada upaya penguatan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan desentralisasi fiskal,” kata Jokowi.

Rencana alokasi anggaran kesehatan pada 2019 yang disampaikan oleh Jokowi meningkat Rp11 triliun dibandingkan tahun ini. APBN 2018 mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp111 triliun.

Kenaikan jatah anggaran kesehatan pada 2019 itu juga lebih besar dibanding sebelumnya. Pada 2018, alokasi anggaran kesehatan hanya bertambah sebesar Rp6,1 triliun dibanding tahun sebelumnya. APBN 2017 tercatat mengalokasikan anggaran kesehatan mencapai Rp104,9 triliun.

Jokowi menjelaskan alokasi anggaran kesehatan di tahun 2019 juga naik dua kali lipat dibandingkan pada 2014 yang hanya Rp59,7 triliun.

“Sejak tahun 2016, sesuai dengan UU Kesehatan, Pemerintah konsisten menjaga anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari belanja negara,” kata dia.

Jokowi mengklaim berbagai program kesehatan pemerintah selama ini telah memberikan hasil nyata sekaligus meningkatkan pemerataan dan mutu pelayanan, ketersediaan obat serta sumber daya di daerah hingga peningkatan angka harapan hidup.

Pada 2019, menurut Jokowi, program peningkatan kualitas layanan kesehatan akan dilakukan melalui, salah satunya, penyediaan sarana dan prasarana berkualitas di 48 rumah sakit/balai kesehatan.

Selain itu, kata dia, program penurunan angka stunting terintegrasi di 160 Kabupaten/Kota juga akan diperkuat. Sementara pemberian makanan tambahan ditarget akan menjangkau 525.420 ibu hamil dan 1,5 juta balita kurus. Imunisasi anak usia 0–11 bulan juga dipatok akan mencapai 90 persen.

Untuk alokasi bantuan bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sasaran penerima akan naik tipis dibanding 2018, yakni dari 92,4 juta jiwa menjadi 96,8 juta orang.

“Melalui berbagai program perlindungan sosial, diharapkan tingkat kemiskinan pada tahun 2019 akan turun lagi ke 8,5 persen hingga 9,5 persen dan Indeks Pembangunan Manusia naik ke 71,98,” kata Jokowi.

Baca juga artikel terkait RAPBN 2019 atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom