Menuju konten utama
Penyiraman Air Keras KontraS

Andrie Yunus Beri Pesan saat Perawatan: Saya Akan Tetap Kuat

Dari ruang pengobatan, Andrie Yunus berterima kasih atas dukungan dari publik dalam menghadapi teror penyiraman air keras.

Andrie Yunus Beri Pesan saat Perawatan: Saya Akan Tetap Kuat
Kepala Divisi Hukum KontraS, Andrie Yunus, saat mengantarkan surat terbuka ke Komisi I dan Komisi III DPR RI, Senin (3/3/2025). Tirto.id/M. Irfan Al Amin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sekaligus korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang disuarakan masyarakat.

Ucapan terima kasih itu disampaikan Andrie melalui sebuah catatan suara (voice note) yang direkam pada Rabu (1/4/2026), dan diunggah ke media sosial Instagram melalui akun @kontras_update pada Kamis (2/4/2026).

Dalam catatan suara itu, terdengar suara alat-alat medis di ruang high care unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, yang menjadi tempat Andrie dirawat sejak Kamis (12/3/2026) lalu.

"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” kata Andrie.

Andrie menekankan bahwa ia akan tetap kuat dan tegar dalam menghadapi pemulihan tubuhnya yang mengalami luka bakar hingga 24 persen. Ia juga menyampaikan pesan untuk terus melanjutkan perjuangan.

“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! Panjang umur perjuangan!" serunya.

Sebelumnya diberitakan, tim kuasa hukum Andrie Yunus yang tergabung ke dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyampaikan bahwa setidaknya ada 16 orang yang diduga berperan sebagai aktor lapangan dalam insiden teror penyiraman air keras terhadap kliennya.

Perwakilan TAUD, Muhammad Fadhil Alfathan, mengatakan, 16 orang terduga aktor lapangan itu memiliki tugasnya masing-masing, mulai dari melakukan pengintaian, penguntitan, sampai eksekusi.

Ia juga menegaskan bahwa jumlah terduga aktor lapangan yang melancarkan aksi penyiraman air keras itu belum final. Ia meyakini, masih ada aktor-aktor lain yang terlibat, baik sebagai aktor lapangan maupun aktor intelektual.

“Mulai dari pengintaian, penguntitan, kemudian eksekusi dan pelarian. Itu yang dilakukan oleh pelaku dengan total kurang lebih 16 [orang], yang masih sangat terbuka kemungkinan jumlahnya jauh lebih besar daripada itu,” kata Fadhil dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Baca juga artikel terkait ANDRIE YUNUS AIR KERAS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher