Menuju konten utama

Amran Ngadu ke DPR Anggaran Rp8,15 T Masih Diblokir Kemenkeu

Anggaran yang masih terblokir itu akan digunakan untuk optimalisasi lahan (Oplah) dan cetak sawah.

Amran Ngadu ke DPR Anggaran Rp8,15 T Masih Diblokir Kemenkeu
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024). ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengadu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lantaran anggaran Rp8,15 triliun milik Kementerian Pertanian (Kementan) masih diblokir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Padahal, sebagian anggaran terblokir itu akan digunakan untuk optimalisasi lahan (Oplah) dan cetak sawah.

Karena itu, ia meminta kepada DPR untuk mendorong Kemenkeu agar segera membuka blokir anggaran tersebut.

"Dalam upaya untuk mempercepat buka blokir dan non efisiensi kami terus mendorong agar pelaksanaan SID (Survei Investigasi Desain) untuk cetak oplah dan cetak sawah segera diselesaikan," kata Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2025).

Jika dirinci, dari total Rp8,15 triliun anggaran yang masih diblokir, Rp304,71 miliar di antaranya adalah anggaran perjalanan dinas, dan Rp7,85 triliun merupakan blokir non-efisiensi.

Sedangkan dari blokir anggaran non-efisiensi tersebut, Rp399,56 miliar merupakan blokir anggaran perjalanan dinas dan Rp7,45 triliun lainnya adalah blokir anggaran non-perjalanan.

"Pada Dirjen PSP (Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian) masih terdapat blokir anggaran non-efisiensi relatif tinggi, karena masih ada sisa blokir untuk konstruksi oplah senilai Rp1,2 triliun, dan cetak sawah senilai Rp2,3 triliun, alsintan prapanen senilai Rp3,57 triliun. Di mana buka blok ini harus menunggu penyelesaian SID," tambah Amran.

Dengan pagu anggaran yang masih terblokir ini, Kementan harus bekerja keras untuk merampungkan targetnya dalam menjalankan program Oplah dan Cetak Sawah dalam sisa enam bulan di 2025. Apalagi, saat ini konstruksi oplah yang baru dibuka blokirnya baru sebesar 288 ribu hektare dari target 500 ribu hektare.

Sementara untuk konstruksi cetak sawah, baru terbuka blokirnya seluas 165 ribu hektare, dari target 255 ribu hektare. Sedangkan di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, masih terdapat blokir benih padi seluas 150 ribu hektare senilai Rp121,57 miliar atau 50 ribu hektare untuk benih lahan cetak sawah dan 100 ribu hektare untuk benih pada Oplah 2025.

"Konstruksi oplah dan cetak sawah harus dipercepat agar target tanam tahun ini bisa dilakukan," tegas Amran.

Baca juga artikel terkait AMRAN SULAIMAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra