Menuju konten utama

Akun Nasabah Sekuritas Dibobol, Rugi Rp160 Juta dalam 2 Jam

Akibat kejadian ini korban kehilangan sekitar Rp160 juta, dari total portofolio Rp180 juta.

Akun Nasabah Sekuritas Dibobol, Rugi Rp160 Juta dalam 2 Jam
Warga mengakses data saham menggunakan gawai di Jakarta, Selasa (11/2/2025).ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang nasabah sekuritas ternama di Indonesia menjadi korban pembobolan akun yang menyebabkan kerugian investasi lebih dari Rp100 juta. Dalam siniar di kanal YouTube Leon Hartono, korban menuturkan akun investasinya sempat terkunci sebelum akhirnya mendapati keuntungan portofolionya raib dalam sekejap.

Hanya dalam waktu dua jam, hampir 600 transaksi otomatis tercatat, membuat nilai investasinya anjlok hingga 90 persen.

“Waktu itu gue bener-bener kosong (blank), pas gue cek tiba-tiba minus 90 persen. Gue pikir awalnya sistem glitch. Pertama, gue kaget banget kan. Kayak ini gue salah liat apa bagaimana ya,” ungkap korban, dikutip Kamis (18/9/2025).

Korban mengaku sempat beberapa kali melakukan uninstall dan install ulang aplikasi sekuritas karena mengira ada gangguan teknis. Namun setelah berhasil masuk kembali, ia justru terkejut melihat deretan transaksi tidak wajar.

“Itu ada sekitar 600 transaksi dalam 2 jam. Semua saham gue dijual, lalu dibeliin saham kecil yang gue bahkan gak pernah trading di situ,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan sekitar Rp160 juta. Dari total portofolio Rp180 juta, hanya tersisa sekitar Rp20 juta. Padahal sebelumnya ia hanya memegang saham perbankan besar berkapitalisasi tinggi yang masuk indeks LQ45.

Korban menegaskan tidak pernah memberikan password maupun PIN kepada pihak lain. Meski begitu, ia tetap tidak bisa mengakses akun dengan kata sandi lama, dan telah menghubungi pihak sekuritas.

“CS-nya bilang password gue gak ada diganti sebelum gue masuk. Itu yang bikin gue bingung. Gue minta dari IT log transaksi gue, tapi mereka bilang belum bisa kasih. Sekarang lagi on-going investigasi,” ujarnya.

Hingga kini, korban masih menunggu kejelasan dari pihak sekuritas. Ia menegaskan kerugian itu terjadi meski dirinya hanya berinvestasi pada saham-saham perbankan besar yang relatif aman.

“Orang yang investasi di BCA, BRI, dan BMRI kan biasanya main aman. Jadi bisa minus 90 persen itu bener-bener bikin merinding,” ucapnya.

Tirto telah berupaya meminta konfirmasi ke OJK dan KPEI terkait kasus pembobolan ini, namun belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana