Produksi Minyak dan Gas Turun

Airlangga Minta SKK Migas Buat Terobosan untuk Dongkrak Produksi

Reporter: Antara, tirto.id - 24 Nov 2022 14:19 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Airlangga Hartarto meminta SKK Migas membuat kebijakan dan terobosan untuk mendongkrak produksi minyak dan gas.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membuat kebijakan dan terobosan untuk mendongkrak produksi minyak hingga gas. Hal itu seiring produksi minyak dan gas dalam negeri mengalami penurunan.

"Perlu ada langkah-langkah yang dilakukan oleh SKK Migas," kata Airlangga melalui tayangan secara daring pada Konvensi Internasional III Industri Hulu Minyak dan Gas 2022 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, dikutip dari Antara, Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut, dia menjelaskan hal itu juga dilakukan agar situasi dan iklim investasi sektor minyak dan gas di Indonesia serta insentif yang diberikan bisa lebih baik. Kemudian mendorong transisi energi menuju energi baru terbarukan.

"Karena ini merupakan keniscayaan yang harus kami hadapi bersama agar investasi di hulu migas tetap berjalan secara kondusif, kebutuhan terhadap insentif baik itu fiskal maupun non fiskal perlu dibahas secara dalam antar pemangku kepentingan," bebernya.

Airlangga mengungkapkan salah satu proyek pengembangan migas yang mengalami pelambatan adalah di ladang gas abadi Blok Masela, Maluku. Untuk itu, dia pun meminta agar ditinjau kembali terkait efektivitas regulasi hingga mendorong percepatan revisi apabila regulasi dinilai belum efektif mendorong investasi.

"Bila dipandang belum cukup untuk mendorong pertumbuhan industri migas tentu dibuka kemungkinan untuk melihat apakah regulasi-regulasi yang ada itu efektif untuk mendorong dan bila belum efektif itu perlu dilakukan revisi yang ke arah perbaikan," tambahnya.

Airlangga meminta agar kolaborasi semakin dioptimalkan antara pemerintah pusat, daerah hingga badan usaha swasta, negara serta para kontraktor sehingga target produksi migas bisa tercapai.

SKK Migas menyebutkan industri hulu migas memiliki target untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional. Yaitu minyak satu juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030. Apabila tercapai, maka target tersebut akan mempengaruhi penerimaan negara dan ekspor Indonesia.

"Sekarang ini ekspor kami positif 5 miliar dolar AS namun neraca daripada migas secara bulanan itu negatif bisa mendekati 2 triliun," pungkasnya.



Baca juga artikel terkait PRODUKSI MINYAK DAN GAS BUMI atau tulisan menarik lainnya Antara
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Antara
Penulis: Antara
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight