8 Tips Jaga Kesehatan Mental Usai PHK Akibat Pandemi COVID-19

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 23 April 2020
Dibaca Normal 2 menit
Bersikap baik kepada diri sendiri dan pertahankan rutinitas harian untuk menjaga kesehatan mental usai PHK karena COVID-19.
tirto.id - Guna membatasi krisis finansial di masa pandemi Corona COVID-19 ini, tidak sedikit perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap para karyawannya. Oleh karenanya, kecemasan tidak hanya datang karena takut terinfeksi melainkan juga disebabkan oleh adanya fenomena PHK tersebut.

Para ahli menyebutkan perasaan sedih setelah kehilangan pekerjaan benar-benar ada, karena berbagai alasan. Bagi banyak dari kita, kehilangan pekerjaan tidak hanya mewakili hilangnya pendapatan, tetapi juga kehilangan bagian inti dari identitas kita.

Dalam sebuah penelitian tahun 1998, Richard H. Price, profesor psikologi di Institut Penelitian Sosial Universitas Michigan, meneliti seberapa besar pengaruh kehilangan pekerjaan pada kesehatan mental seseorang. Hasilnya, mereka yang kehilangan pekerjaan dan karier, akan merasa kehilangan lebih banyak dan menimbulkan tekanan mental.

Terlebih, perasaan itu dapat membesar ketika mereka berinvestasi banyak dalam pekerjaan mereka melalui waktu, pendidikan, atau energi.

Forbes menulis, kehilangan pekerjaan menjadi salah satu hal yang berdampak pada kesehatan mental disebabkan oleh anggapan bahwa kesuksesan hidup diperoleh dari peluang yang didapat dibandingkan dengan bagaimana cara mengatasi kesulitan-kesulitan yang datang.

Headsup menuliskan, kehilangan pekerjaan dan keamanan finansial, dapat memicu perasaan yang mirip dengan kesedihan termasuk ketidakpercayaan, kaget dan perasaan mati rasa, dan rasa kehilangan terkait dengan pekerjaan dan keuangan.

Selain itu, rasa ketidakpastian tentang masa depan juga akan semakin besar, disertai kebingungan tentang mengapa ini terjadi, dan amarah.

Sementara itu, kehilangan pekerjaan di tengah wabah seperti ini mungkin mengakibatkan pergolakan batin yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tekanan normal dari pengangguran, termasuk kesulitan keuangan dan perasaan kehilangan tujuan, sangat nyata.

Selain kehilangan pekerjaan, realita bahwa kita berada di tengah pandemi COVID-19 akan menambah tekanan yang tidak dapat kita bayangkan beberapa bulan lalu. Hal tersebut seperti terisolir dari keluarga, teman dan kolega serta perasaan takut, cemas, panik dan tidak berdaya.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah delapan tips untuk jaga kesehatan mental diri setelah kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19 melansir Beyond Blue:

Bersikap baik kepada diri sendiri

Hal ini berguna untuk menantang self-talk negatif, seperti 'itu semua salah saya, saya tidak punya pekerjaan', 'tidak ada yang mau mempekerjakan saya', atau 'apa gunanya bahkan mencoba!' Psikolog mengakui bahwa ungkapan menyalahkan diri sendiri ini tidak membantu, dan langkah pertama yang penting adalah dengan bersikap baik pada diri sendiri.

Pertahankan rutinitas harian yang teratur

Ketika Anda tidak lagi memiliki pekerjaan untuk dilakukan ke setiap hari, Anda dapat dengan mudah kehilangan momentum. Waktu bisa jadi terbuang sia-sia hanya dengan meratapi nasib. Cobalah untuk memasukkan waktu reguler dan terstruktur seperti berolahraga dan berjejaring. Mengikuti jadwal yang ditetapkan akan membantu menjadi lebih produktif dan mempertahankan ritme yang sehat untuk hari-hari Anda.

Buat rencana pencarian kerja

Buat prospek untuk mencari pekerjaan. Coba bagi tujuan besar menjadi tugas-tugas kecil yang bisa dikelola agar ada langkah untuk meraihnya. Tetapkan beberapa prioritas, seperti merevisi resume, mencari berbagai referensi, dan menentukan waktu untuk memantau situs web pekerjaan.

Tetap sehat

Ungkapan 'pikiran sehat hidup dalam tubuh yang sehat' benar, jika Anda mengalami masa pengangguran. Terus berolahraga, makan dengan baik, dan jika Anda memiliki masalah kesehatan, pergi ke dokter untuk menyelesaikannya sebelum menjadi lebih serius.

Ingatkan diri Anda tentang hal-hal positif Anda

Saat menganggur, Anda bisa jadi lebih fokus pada kekurangan Anda. Mengatasi ini, penting untuk mengingatkan diri sendiri tentang atribut positif Anda. Tuliskan daftar semua momen ketika Anda berhasil, atau benar-benar bangga dengan proyek atau pekerjaan yang melibatkan Anda.

Buat daftar keterampilan dan sifat kepribadian positif Anda, dan orang-orang yang telah Anda dukung dan bantu selama bertahun-tahun. Ini bisa jadi tepat dilakukan untuk mengingatkan diri sendiri tentang sifat-sifat positif yang Anda miliki.

Temukan kegiatan yang memberi hidup Anda makna

Tentu sebagian besar pekerjaan menghasilkan uang, tetapi bagi banyak dari kita itu juga memberi makna dan koneksi yang kuat dengan orang lain. Akan tetappi, Anda tidak perlu menunggu sampai mendapatkan pekerjaan untuk mulai menikmati beberapa manfaat dari keterlibatan yang bermakna, melalui kesukarelaan, melakukan hobi, atau mempelajari sesuatu yang baru.

Fokus pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan

Meskipun sedikit klise, cobalah untuk memfokuskan energi Anda pada hal-hal yang sebenarnya dapat dikendalikan. Cobalah untuk fokus pada resume Anda, meningkatkan keterampilan diri, mengirimkan lamaran kerja, dan memperluas jaringan. Selain itu, tetapkan standar kesuksesan Anda sendiri.

Ketahui kapan harus mendapatkan bantuan lebih lanjut

Jika Anda mengalami suasana hati yang terus-menerus rendah selama lebih dari dua minggu, atau perasaan putus asa yang berlebihan, cari dukungan profesional. Jika Anda mengalami gejala kesehatan mental yang lebih parah, mungkin saat yang tepat untuk berbicara dengan dokter umum atau bahkan dirujuk ke spesialis kesehatan mental.


Baca juga artikel terkait PHK atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yantina Debora
DarkLight