Menuju konten utama

7 Tips Puasa untuk Ibu Hamil Menurut Dokter Agar Tetap Sehat

Ibu hamil boleh saja berpuasa asalkan kondisi kesehatannya memungkinkan dan tidak memaksakan diri.

7 Tips Puasa untuk Ibu Hamil Menurut Dokter Agar Tetap Sehat
Ilustrasi Hamil. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Ibadah puasa saat Ramadhan wajib bagi seluruh muslim yang berakal sehat, balig, dan mampu menjalankannya, termasuk pada ibu hamil yang sehat serta tidak mengalami masalah dalam kehamilannya.

Namun, khusus ibu hamil mereka memang mendapat keringanan dalam menjalankan ibadah puasa, apabila kondisi mereka tidak memungkinkan untuk berpuasa, mereka dapat mengganti puasa selain di bulan Ramadhan dan membayar fidyah dalam kondisi tertentu.

Terlepas dari keringanan itu, beberapa orang tentu tidak ingin melewatkan momen ibadah puasa Ramadhan yang hanya datang satu tahun sekali.

Akan tetapi, ibu hamil yang memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dianjurkan untuk tetap memenuhi nutrisi dan gizi seimbang.

Sebelum memutuskan puasa, ibu hamil harus memastikan bahwa kondisi tubuh dan janinnya mampu untuk menjalankan ibadah puasa. Dianjurkan ibu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Dokter Spesialis Kandungan dari Semen Padang Hospital, Madona Utami Dewi menjelaskan bahwa ibu hamil boleh saja berpuasa asalkan kondisi kesehatannya memungkinkan dan tidak memaksakan diri.

Lebih lanjut, Madona mengatakan bahwa ibu hamil yang dianjurkan berpuasa pada saat trimester kedua atau pada usia kehamilan 14 hingga 28 minggu. Pasalnya, pada trimester kedua, tubuh ibu hamil sudah mulai beradaptasi, hormon estrogen dan progesteron lebih seimbang, serta keluhan yang terjadi pada saat awal kehamilan perlahan mulai menghilang.

“Selain itu, keluhan mual muntah yang berlebihan yang biasa terjadi pada trimester satu, sudah berakhir sehingga ibu dan janin lebih sedikit mengalami masalah saat berpuasa,” jelas Madona.

Dia menerangkan bahwa pada trimester pertama, umumnya tubuh ibu hamil belum beradaptasi dengan baik sehingga sebagian besar ibu hamil akan mengalami mual dan muntah. Pada masa ini juga sangat rentan risiko dehidrasi dan kurang gizi. Oleh karena itu, pada trimester pertama tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Selain itu, pada trimester pertama adalah masa yang sangat penting bagi pertumbuhan awal janin, karena janin pada masa kehamilan ini akan membentuk organ penting, sehingga sangat memerlukan asupan gizi yang cukup agar pertumbuhan janin berjalan maksimal.

“Namun yang mesti diingat yaitu trimester 1 (usia kehamilan sampai dengan 13 minggu 6 hari) merupakan waktu yang paling krusial untuk pertumbuhan janin yaitu pembentukan organ seperti otak, sistem syaraf, jantung, pembuluh darah, paru, saluran pencernaan, ginjal, panca indra dan sebagainya. Kondisi ini tentunya sangat memerlukan nutrisi dan vitamin yang cukup sesuai kebutuhan ibu hamil,” paparnya.

Sementara itu, dia juga menjelaskan bahwa pada trimester ketiga, kandungan mulai membesar, tubuh ibu sudah mulai terasa berat karena bayi sudah bertumbuh dengan pesat seiring mendekati waktu bersalin. Ibu hamil cenderung cepat lelah dan membutuhkan energi yang lebih banyak.

Tips Berpuasa untuk Ibu Hamil Menurut Ahli

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Zelssa Rectifa Wismayanti dari Rumah Sakit Pondok Indah memberikan sejumlah tips aman berpuasa untuk ibu hamil, yang meliputi:

1. Asupan makanan nutrisi dan gizi seimbang

Pastikan asupan makanan seimbang dan nutrisi lengkap di setiap waktu makan. Saat makan sahur dan berbuka, pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan janinnya.

2. Konsumsi makanan indeks glisemik rendah

Hindari makanan olahan dengan garam dan lemak, serta makanan olahan yang terbuat dari gula sederhana. Kedua makanan ini biasanya mudah diolah tubuh, sehingga ibu hamil cepat merasa kenyang, namun juga cepat merasa lapar. Pilihlah karbohidrat dengan indeks glisemik rendah yang dapat melepaskan energi secara perlahan, seperti gandum, oat, beras merah dan sebagainya.

3. Cukupi asupan cairan

Pastikan ibu minum setidaknya 2,5 liter air sehari. Air dapat diminum pada waktu-waktu berikut, seperti 2 gelas sebelum sahur, 1-2 gelas setelah sahur, 2 gelas setelah berbuka, 1-2 gelas setelah makan malam, 2 gelas setelah sholat magrib/tarawih.

4. Hindari minuman berkafein

Hindari minuman berkafein yang memicu buang air kecil untuk mencegah dehidrasi pada ibu hamil. Kafein tidak hanya menyebabkan sakit kepala dan jantung berdebar-debar, tetapi juga dapat mengurangi jumlah zat besi yang dapat diserap tubuh ibu.

Jika ibu hamil memang ingin dan mampu menghindarinya, batasi konsumsi kafein tidak lebih dari 200 miligram per hari, atau setara dengan dua gelas kopi instan. Namun perlu diingat bahwa selain kopi, teh dan coklat juga mengandung kafein.

5. Hindari makan dengan porsi banyak sekaligus

Saat berbuka puasa, sebaiknya makan dengan porsi kecil terlebih dahulu untuk mencegah kembung. Usai tarawih, ibu hamil juga bisa melanjutkan makan untuk menambah energi.

6. Istirahat dengan cukup

Meski banyak ibadah yang dilakukan pada malam hari, usahakan agar ibu hamil mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup, minimal 6-8 jam sehari.

7. Kurangi aktivitas berat

Ibu hamil cenderung memiliki sedikit tenaga, kurangi aktivitas berat dan stres agar ibu hamil tidak cepat lelah saat berpuasa.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Nur Hidayah Perwitasari