tirto.id - Polda Metro Jaya menangkap 30 orang atas kerusuhan yang terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan, Rabu (22/5/2025) malam.
Kerusuhan tersebut, diduga terjadi akibat sengketa pengelolaan lahan parkir antara anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) dan pihak dari PT Bangsawan Cyberindo Indonesia (BCI) yang mengaku sebagai pemenang lelang pengelolaan parkir.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang tersebut.
"Ya itu, 30 orang diamankan terkait dengan peristiwa itu, saat ini sedang dilakukan pendalaman, saat ini diperiksa di Jatanras PMJ," kata Ade kepada Tirto, Kamis (22/5/2025).
Ade juga menjelaskan bahwa saat kejadian kerusuhan berlangsung, pihak Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Selatan langsung menuju ke lokasi untuk melerai bentrok tersebut.
"Polda Metro Jaya dan Polres Tangsel sudah mendatangi TKP, mengamankan lokasi, sehingga lokasi kondusif sehingga 30 orang diamankan," ujarnya.
Tirto sempat mengunjungi lokasi kejadian pada Kamis (22/5/2025) pagi. Berdasarkan pemantauan, sudah tidak ada keributan di lokasi. Namun, terlihat palang otomatis parkir yang terlihat rusak.
Di sekitar palang tersebut, terdapat beberapa kayu dan semen serta sebuah ember yang biasa digunakan oleh para pekerja bangunan.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Tirto, pihak RSU Tangerang Selatan, menyerahkan seluruh persoalan sengketa parkir tersebut kepada pihak kepolisian.
Namun, Ade Ary mengatakan belum bisa memberikan keterangan terkait dengan hal tersebut, karena saat ini masih dilakukan proses penyidikan.
"Nanti lah, saya belum bisa menjawab itu, saya harus lihat datanya dulu yang jelas terkait adanya peristiwa itu," pungkasnya.
Berdasarkan informasi, vendor dari BCI tersebut, telah memenangkan lelang pengelolaan lahan parkir sejak 2017. Namun, ormas PP merasa sudah lama menguasai parkir tersebut sehingga masih menguasai lahan parkir di RSU Tangerang Selatan.
Lebih lanjut, karena setelah sekian lama mengalami kerugian, dan uang parkir tidak masuk ke Pemerintah Daerah, pihak BCI memberanikan diri memasang palang parkir otomatis. Namun, malah terjadi tindakan intimidasi dan keributan pun terjadi.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































