Menuju konten utama
Liputan Haji 2026

135.367 Jemaah Haji RI Tunaikan Dam Nusuk via Adahi di Saudi

Dengan jumlah itu, Indonesia kembali menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi Adahi pada musim haji tahun ini.

135.367 Jemaah Haji RI Tunaikan Dam Nusuk via Adahi di Saudi
Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M. Afief Mundzir, saat ditemui di Adahi, Makkah, Senin (1/6/2026). Foto: Media Center Haji (MCH) 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebut jemaah haji Indonesia yang menyalurkan dam nusuk lewat lembaga resmi Adahi di Arab Saudi, mencapai 135.367 orang. Capaian ini sangat menggembirakan mengingat karena jemaah mulai menyalurkan dam lewat lembaga resmi.

Jumlah tersebut dari total 195.326 dam nusuk. Perinciannya, yang menunaikan dam di Adahi sebanyak 135.367 orang dan di Indonesia 53.506 orang.

Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M. Afief Mundzir, mengatakan, selain menjamin pengelolaan yang aman dan akuntabel, daging hasil penyembelihan hewan dam tahun ini juga diprioritaskan untuk membantu warga Palestina.

Menurut Afief, proses penyembelihan hewan dam pada Hari Tarwiyah berlangsung lancar dan menjadi bukti bahwa pengelolaan layanan haji yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah mampu memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.

“Alhamdulillah, tahun ini jemaah haji kita bisa menyalurkan dam melalui saluran resmi yang ditetapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi. Jumlahnya sangat besar dan ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel,” kata Afief usai meninjau ke lokasi Adahi, di Makkah, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah jemaah Indonesia yang menunaikan dam melalui Adahi mencapai 135.367 orang. Angka tersebut dinilai sangat signifikan dan menunjukkan tingginya kepercayaan jemaah terhadap mekanisme resmi yang disediakan pemerintah Saudi.

Arief yang juga Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kemenhaj ini menegaskan, penggunaan jalur resmi memberikan kepastian bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai ketentuan syariat, sekaligus memastikan distribusi daging berlangsung secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap tata kelola dam pada musim haji mendatang dapat semakin baik sehingga aspek transparansi dan akuntabilitas terus terjaga.

Selain itu, Afief mengungkapkan, daging hasil penyembelihan hewan dam dari jemaah Indonesia akan diprioritaskan untuk masyarakat Palestina. Kebijakan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus tindak lanjut arahan Menteri Haji dan Umrah serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.

“Sebagaimana tahun lalu, Adahi telah menyalurkan bantuan ke Palestina. Tahun ini, arahan dari Pak Menteri dan Pak Wamen sangat jelas, agar daging dam dari jemaah Indonesia dapat diprioritaskan untuk saudara-saudara kita di Palestina,” kata dia.

Menurut dia, komitmen tersebut telah disampaikan langsung oleh pengelola Adahi kepada rombongan media dan petugas haji Indonesia saat melakukan peninjauan ke lokasi pemotongan beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi nilai tambah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi jemaah haji Indonesia, karena ibadah yang mereka tunaikan juga membawa manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan,” ujar Afief.

Dengan jumlah partisipasi yang mencapai 135.367 jemaah, Indonesia kembali menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi Adahi pada musim haji tahun ini.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama