Menuju konten utama

11 Daerah di Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

Perpanjangan status itu lantaran masih ada wilayah yang memerlukan penanganan lanjutan sebelum memasuki fase pemulihan.

11 Daerah di Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana
Warga menyeberang sungai dengan jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Akses warga pejalan kaki masih harus melintasi jembatan darurat dari batang kayu dan kendaraan roda dua harus menyeberangi arus sungai saat debit air surut, sementara roda empat tidak dapat melintas, akibat jalan dan jembatan penghubung antara Bener Meriah menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah putus diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11). ANTARA FOTO/Khalis Surry/foc.

tirto.id - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat bencana. Menteri Koordinator (Menko) PMK, Pratikno, mengatakan perpanjangan status tanggap darurat tersebut dilakukan karena masih terdapat wilayah yang memerlukan penanganan lanjutan sebelum memasuki fase pemulihan.

“Ada 11 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang memperpanjang status tanggap darurat. Semua ini dilakukan untuk memastikan upaya tanggap darurat yang dibutuhkan warga dapat terlaksana secara maksimal,” kata Menko Pratikno dalam konferensi pers di media center tanggap darurat bencana yang diikuti di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Seturut pemberitaan Antara, meski tidak menyebutkan secara rinci kabupaten/kota mana saja dan berapa lama perpanjangan itu, Menko Pratikno menilai keputusan tersebut diperlukan agar pemerintah daerah (pemda) benar-benar siap beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.

Dia juga menyampaikan proses percepatan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) hingga rumah hunian tetap (huntap) di Aceh terus berjalan sebagaimana dua provinsi lainnya.

Menko PMK dalam paparannya melaporkan di Sumatera Barat (Sumbar), pembangunan huntara telah berlangsung di 6 kabupaten/kota, sementara di Sumatera Utara (Sumut) berjalan di 3 kabupaten/kota dan terus bertambah.

Hal ini sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah mengerahkan sumber daya nasional secara terpadu untuk memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.

“Percepatan pembangunan hunian ini dikerjakan bersama-sama, dikoordinasikan oleh BNPB dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta organisasi kemasyarakatan,” ucap Menko Pratikno.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi BNPB hingga Kamis sore, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mengakibatkan 489.864 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.

Sementara untuk korban meninggal dunia ada sebanyak 1.135 orang atau bertambah sebanyak enam orang dari jumlah sebelumnya. Korban hilang yang masih dalam pencarian sebanyak 173 orang atau berkurang satu orang dari sebelumnya.

Rinciannya, di Aceh sebanyak 503 orang meninggal dunia, hilang dalam pencarian 31 orang, dan 466.667 orang mengungsi. Di Sumut sebanyak 371 orang meninggal dunia, hilang dalam pencarian 70 orang, dan 13.262 orang mengungsi. Kemudian, di Sumbar sebanyak 261 orang meninggal dunia, hilang sebanyak 62 orang, dan mengungsi sebanyak 9.935 orang.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi