tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkap seorang siswa SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara harus mendapat perawatan intensif dan operasi tulang akibat kecelakaan yang disebabkan oleh penabrakan sopir Badan Gizi Nasional (BGN) atas nama Adi Irawan pada Kamis (11/12/2025) pagi.
Saat ini, murid yang diketahui duduk di bangku kelas 3 SDN 01 Kalibaru tersebut dirawat secara intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara.
"Harus operasi, saya tidak ingin menutup-nutupi, karena ada impact di muka," kata Rano Karno di RSUD Koja, Kamis.
Melihat hal tersebut, Rano menginstruksikan agar murid tersebut mendapat penanganan prima dari dokter khusus di bidang ortopedi.
"Alhamdulillah tadi saya ketemu dengan dokter bedah, alhamdulillah tidak ada masalah, brain (otak) tidak ada masalah, cuma karena ada (masalah) dagunya, jadi harus ortopedi khusus," terangnya.
Hingga saat ini, tercatat ada 21 orang korban akibat peristiwa penabrakan mobil BGN tersebut. Dia menyebut para korban mengalami luka di bagian tulang dan sebagian besar sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Yang lain, InsyaAllah, setelah rontgen sudah boleh pulang dan sudah bisa berobat jalan," jelasnya.
Dia meminta para korban yang menjalani pengobatan rawat jalan untuk melakukan kontrol 3 hari pasca pulang. Rano ingin memastikan tidak ada luka lain akibat peristiwa penabrakan.
"Saya perintahkan kepada Ibu Kadis, anak-anak itu setelah 3 hari, dia harus kembali ke rumah sakit untuk cek kontrol, setelah ini kemudian kita lepas, no!" tegasnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































