tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyebut Indonesia tengah menghadapi eskalasi kejahatan siber yang semakin kompleks.
Menurut Yusril, eskalasi kejahatan siber itu terjadi di tengah situasi geopolitik dan dinamika ketahanan nasional yang penuh dengan ketidakpastian.
“Saat ini, Indonesia dihadapkan dengan eskalasi kejahatan siber yang semakin kompleks,” kata Yusril dalam acara “Kuliah Kebangsaan Optimalisasi Non-Conviction Based Asset Forfeiture dalam Penanganan Kejahatan Siber Melalui Penguatan Kolaborasi Komite TPPU di kantor Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Yusril menjelaskan karakteristik kejahatan siber yang terjadi di Indonesia bersifat lintas yurisdiksi, anonim, dan berkecepatan tinggi.
“Bahkan, telah terhubung terhubung dengan kelompok kriminal yang terorganisir dan kelompok-kelompok kejahatan transnasional lainnya,” tuturnya.
Yusril juga menyebut banyak kasus kejahatan siber yang terungkap, tapi pelakunya tidak berhasil teridentifikasi. Pelaku-pelaku kejahatan siber itu tidak bisa dibawa ke ranah peradilan karena tidak terbukti secara pidana.
“Kondisi ini menciptakan enforcement gap yang berpotensi hilangnya kemungkinan pengembalian kerugian negara, pelemahan efek jera, dan bahkan mendorong kejahatan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























