Menuju konten utama

WMPP Optimalkan Bisnis Peternakan Usai Kuota Impor Dihapus

Penghapusan kuota impor sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat lini bisnis peternakan.

WMPP Optimalkan Bisnis Peternakan Usai Kuota Impor Dihapus
Petugas menurunkan sapi dari kapal ke dalam truk di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/6/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU

tirto.id - PT Widodo Makmur Perkasa (WMPP) menyambut positif keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menghapus kuota impor sapi hidup. Kebijakan ini dinilai akan membuka peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja melalui peningkatan pasokan dan efisiensi operasional.

Direktur Utama WMPP, Tumiyana, menyatakan penghapusan kuota impor sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat lini bisnis peternakan.

"Kebijakan ini menghilangkan barrier yang sebelumnya membatasi proses impor. Sekarang, kemampuan perusahaanlah yang akan menentukan siapa yang unggul di sektor ini," ujar Tumiyana dalam public expose, Rabu (25/6/2025).

Ia menambahkan, perseroan akan memaksimalkan peluang ini dengan mengoptimalkan sumber daya, termasuk divestasi aset non-produktif dan peningkatan EBITDA.

"Kami sudah menyusun rencana impor sesuai kebutuhan operasional untuk mendongkrak kinerja ke depan," tegasnya.

Tumiyana juga menyoroti peningkatan konsumsi protein hewani, didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

Menurutnya, program ini berkontribusi pada kenaikan konsumsi bahan pangan hingga 18 persen, serta daging sapi sekitar 13 persen.

"MBG memicu tambahan permintaan sekitar 90 ton daging sapi. Angka ini setara dengan 12-13 persen dari konsumsi nasional dan menjadi katalis positif bagi industri," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Pangan Zulhas menegaskan, penghapusan kuota impor sapi hidup telah berlaku efektif. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan daging dan susu di dalam negeri.

"Sudah [berlaku]. Untuk sapi hidup," kata Zulhas di Jakarta Barat, Rabu (25/6).

Kebijakan ini diharapkan mendorong industri peternakan lokal seperti WMPP untuk meningkatkan produksi sehingga mampu mencukupi ketersediaan daging dan susu

"Ya sekarang kan kita buka lebar. Impor sapi yang hidup, impor sapi yang hidup baik untuk potong, penggemukan maupun untuk susu. Sekarang bebas," ujarnya.

Baca juga artikel terkait IMPOR SAPI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra