tirto.id - Hari Rabu, 18 Februari 2026, umat Kristiani akan merayakan Rabu Abu atau Ash Wednesday, yang menandai dimulainya masa Prapaskah selama 40 hari.
Sebagai hari penuh refleksi, pertobatan, dan kesahajaan, memilih pakaian untuk menghadiri ibadah misa termasuk salah satu hal penting bagi umat untuk menunjukkan rasa hormat.
Memang tidak ada aturan yang kaku terkait cara berpakaian, tetapi tradisi gereja dan etika berbusana bisa menjadi pertimbangan supaya penampilan tetap selaras dengan suasana khidmat ketika ibadah.
Warna Outfit Misa Rabu Abu
Dalam tradisi Gereja Katolik dan beberapa denominasi Protestan, warna ungu termasuk warna liturgi utama untuk masa Prapaskah. Warna tersebut melambangkan pertobatan, penantian, dan persiapan diri.
Oleh karenanya, tak jarang umat memilih untuk mengenakan pakaian dengan sentuhan warna ungu tua atau violet, ketika menghadiri misa atau kebaktian Rabu Abu.
"Ungu adalah warna kaisar dan raja dan menjadi simbol penebusan dosa. Itu sebabnya kami menggunakannya selama musim tobat," ucap Pastor Sibley, dikutip dari laman National Catholic Register.
Selain ungu, berikut makna keragaman warna yang dipakai dalam ibadah Katolik, merujuk keterangan di laman resmi Paaroki St. Eduardus Watu Nggong.
- Putih atau Perak: Warna ini merepresentasikan kemurnian, kemuliaan, dan sukacita. Secara penggunaan, warna putih dipakai dalam perayaan terkait Kristus (seperti Natal dan Paskah), hari raya Santa Maria, para malaikat, serta santo/santa yang bukan martir. Selain itu, warna ini jadi simbol kesucian, identitas utama dalam sakramen baptisan dan pernikahan.
- Merah: Identik dengan api dan darah. Warna merah melambangkan kasih yang membara, pengorbanan, serta keberanian para martir. Warna ini dikenakan pada hari Minggu Palma, Jumat Agung, hari raya Pentakosta, serta perayaan untuk menghormati para rasul dan martir yang gugur demi iman.
- Hijau: Melambangkan kesuburan alam, pembaruan hidup, dan harapan akan kebangkitan. Hijau merupakan warna yang paling sering ditemui karena dipakai dalam Masa Biasa, yaitu periode di luar masa-masa besar seperti Adven, Natal, Prapaskah, dan Paskah.
- Ungu: Menjadi simbol utama untuk pertobatan dan masa khidmat. Warna ungu digunakan selama masa Adven (persiapan Natal) dan Prapaskah (persiapan Paskah), serta sering kali dipakai dalam upacara pemberkatan jenazah atau misa arwah sebagai tanda pengharapan tobat.
- Hitam: Secara tradisional melambangkan duka cita dan berkabung. Meski pada masa lampau dipakai untuk Jumat Agung dan misa requiem, sejak pembaruan liturgi pasca-Konsili Vatikan II, peran warna hitam banyak diganti oleh warna ungu untuk menekankan aspek harapan kristiani.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id





































