tirto.id - Ratusan penumpang KRL Commuter Line terpantau menumpuk di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, setelah dihentikan sementara jurusan Tanah Abang–Palmerah. Hal ini buntut adanya aksi demo berujung ricuh di sekitar Gedung DPR, Senin (25/8/2025).
Pantauan reporter Tirto, sekitar pukul 21.00 WIB, para penumpang yang terdampak penutupan itu terlihat duduk berlesehan di lantai 2 Stasiun Tanah Abang yang baru saja direvitalisasi. Beberapa di antaranya bahkan tak segan merebahkan diri di area stasiun.
Sejumlah area stasiun khususnya peron Tanah Abang-Rangkasbitung pun sengaja dibatasi dan penumpang tak dibiarkan menuju ke area tempat menunggu melintasnya kereta.
Salah satu pria paruh baya bernama Rizal misalnya, dia mengaku telah tertahan di Stasiun Tanah Abang selama tiga jam setelah penutupan sementara dilakukan. Dia mengaku kebingungan dan tak menemukan cara untuk pulang selain menaiki kereta yang biasa digunakannya.
“Saya sudah tiga jam nunggu, kalau pulang juga jauh naik angkot. Terus katanya ditutup juga,” kata Rizal kepada Tirto di Stasiun Tanah Abang, Senin (25/8/2025).
Selain merasa bingung, Rizal menyebut dirinya juga terpaksa harus menunggu, sebab apabila diperhitungkan ongkos yang harus dikeluarkan menuju ke rumahnya bisa berkali lipat dari yang dia keluarkan apabila naik kereta.
“Saya bisa Rp50ribu itu kalau naik angkot. Itu belum sampai, wah saya bisa Rp60ribuan. Mahal banget,” katanya.

Nasib serupa dialami Hendi (53), pria yang dengan tujuan Parung Panjang juga memilih untuk menunggu kereta kembali beroperasi. Dia menyebut kerap berpindah-pindah tempat agar sedikit meredakan rasa bosannya.
“Saya bingung pulang gimana. Semua enggak bisa. Keputus aksesnya,” katanya.
Kendati demikian, dia memaklumi adanya aksi yang terjadi dan hanya berharap kereta segera kembali normal. Menurutnya, setiap warga punya kebebasan berpendapat.
“Iya mau gimana lagi ya. Ya saya tunggu aja meskipun capek banget baru pulang kerja,” katanya.

Sebelumnya, Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang mengalami penundaan perjalanan imbas adanya demo di Gedung DPR RI hingga pukul 16.30 WIB, Senin (25/8/2025), yang berdampak ke Stasiun Palmerah. Hingga saat ini, KRL jurusan tersebut masih tertahan di Stasiun Tanah Abang.
“Untuk memastikan keselamatan pengguna Commuter Line dan keselamatan perjalanan KRL lintas Tanah Abang–Palmerah untuk sementara ditutup dan perjalanan tertahan karena terdapat kerumunan masa yang berkumpul di perlintasan kereta api di JPL 41,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, dalam keterangan resmi, Senin (25/8/2025).
Joni menyampaikan KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line pada lintas tersebut. Mulai pukul 16.30 WIB, seluruh perjalanan KRL Rangkasbitung ke Tanah Abang hanya sampai Stasiun Kebayoran untuk kembali menuju Stasiun Serpong/Parung panjang hingga Rangkasbitung.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























