tirto.id - Ratusan warga dari berbagai wilayah memadati area luar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). Mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Pantauan Tirto, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan proses pemakaman pejabat era Orde Baru itu tampak sejak pagi hari. Mereka rela untuk berdiri berjejal untuk meluangkan waktu berjam-jam demi menunggu iring-iringan kendaraan pembawa jenazah memasuki area makam bersejarah tersebut.
Area pemakaman dijaga oleh personel gabungan. Terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Bagi sebagian besar kerumunan yang hadir, prosesi pelepasan purnawirawan bintang empat ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah momen untuk merawat ingatan tentang dinamika pemerintahan pada era Orde Baru.
Ahmad Tajudin (62) jadi salah satu pelayat sipil yang menjajarkan diri dalam kerumunan. Pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) ini menempuh perjalanan cukup jauh dari Depok, Jawa Barat. Dia mengaku sengaja meluangkan harinya untuk hadir di pemakaman Try Sutrisno.
Tajudin mengaku kenal sosok Try Sutrisno secara lekat melalui berbagai pemberitaan media massa pada dekade 90-an, tepatnya saat sang jenderal masih menjabat sebagai wakil presiden.
“Waktu beliau jadi wapres mendampingi Pak Harto, ketegasannya terlihat. Orang-orang segan. Meski tidak banyak bicara di media, wibawanya kuat,” ujar Tajudin sembari menatap ke arah gerbang makam.
Baginya, almarhum adalah representasi patron militer yang memiliki pengaruh besar di lingkaran eksekutif pada masa itu.
Memori yang tidak kalah kuat juga diutarakan oleh Ratna (48), warga Jakarta Selatan yang datang bersama beberapa anggota keluarga. Ratna mengaku memiliki keinginan kuat untuk melihat langsung iring-iringan jenazah dan prosesi kemiliteran yang menyertainya.
“Saya memang sengaja datang ke sini untuk menyaksikan prosesi pemakamannya. Dulu waktu almarhum masih menjabat, saya sering melihat beliau di televisi saat acara kenegaraan. Sosoknya gagah dan pembawaannya tenang,” ungkap Ratna.
Pemakaman tokoh negara ini rupanya tidak hanya memanggil memori warga yang hidup pada masa kepemimpinan Try Sutrisno. Rizki Aulia (22), seorang penggiat politik yang turut hadir mengamati jalannya acara. Dia menyebut Try Sutrisno sebagai salah satu aktor penting dalam peta dinamika pemerintahan pada masanya.
"Bagi saya, nama beliau adalah bagian dari sejarah peran militer di era Orde Baru. Saya datang untuk melihat langsung prosesi pemakamannya," ungkap Rizki.
Menurut Rizki, mengamati peristiwa ini sama halnya dengan menyaksikan langsung bagian penting dari sejarah politik di Indonesia. Rangkaian upacara pemakaman kenegaraan selesai pada siang hari. Arus lalu lintas di Jalan Raya Kalibata kembali normal setelah sempat dialihkan.
Setelah rombongan kendaraan meninggalkan lokasi, warga yang sejak pagi berada di sekitar area makam membubarkan diri dengan tertib.
==========
Hanang Setioyudho berkontribusi dalam tulisan ini.
Masuk tirto.id
































