tirto.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso, mengenal dekat sosok mendiang Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno.
Sutiyoso mengenal pertama kali Try Sutrisno saat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Saat itu Sutiyoso menjabat sebagai Pangdam Jaya, sehingga kerap bertemu.
“[Waktu] beliau Wapres, sering ketemu, sering nganter di Halim kalau beliau mau pergi, jemput kalau beliau datang dari luar kota atau luar negeri gitu, akrab,” tutur Sutiyoso saat ditemui di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Sutiyoso mengatakan kedekatannya dengan Try semakin erat saat ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat menjelang Pilpres 2009, Try bahkan disebut sempat mendorong Sutiyoso untuk maju sebagai capres.
“Suatu saat 2007 saya selesai, beliau ke rumah saya, ke rumah kediaman gubernur ya, dan beliau menganukan saya ya, agar saya mau nyapres tahun 2009. Ya walaupun berat hati, beliau langsung terlibat, saya ikut saja,” ucap Sutiyoso.

Kenangan baik juga dialami oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang menyebut Try Sutisno sebagai sosok yang memiliki sumbangsih dan cita-cita besar bagi bangsa dan negara.
Bagi JK, bangsa Indonesia harus mencontoh teladan yang ditunjukkan oleh Try, yakni selalu hadir dalam setiap kesempatan dan memberikan nasihat.
“Sebagai bangsa tentu mempunyai upaya-upaya yang baik sampai akhir hayatnya. Setiap acara beliau hadir, dan tentu memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada kita semua,” kata JK.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengingat momen saat Try menghadiri pembentukan Satuan Detasemen Khusus 81.
Saat itu, Luhut menuturkan, Try yang menjabat sebagai KSAD sempat meninjau latihan bersama antara Satuan 81 dan pasukan Inggris di Gunung Halimun.
“Itu keteladanan. Beliau bintang empat, [tapi] masih mau naik gunung,” ucap Luhut.
“Saya kira itu yang harus diwarisi oleh generasi muda,” lanjutnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut mengikuti prosesi salat jenazah Try Sutrisno di Masjid Sunda Kelapa. Kepada wartawan, Bahlil menyampaikan sejumlah kenangannya dengan Try.
Bahlil mengaku sudah mengenal Try Sutrisno sejak ia masih menjadi mahasiswa. Sebagai tokoh bangsa, Try Sutrisno dikenang Bahlil sebagai sosok yang tegas dan berwibawa.
“Dalam catatan kami, banyak diskusi sejarah semasa mahasiswa, kenal sama almarhum, beliau adalah tokoh yang sangat tegas, berwibawa,” sebut Bahlil.

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Dia dikenal sebagai sosok purnawirawan TNI yang bersahaja.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998 bersama Presiden Soeharto, Try Sutrisno mengemban amanah sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































