tirto.id - Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mendorong pemerintah daerah pro aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat guna mengakselerasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di wilayah masing-masing. Dia mengatakan, keterlibatan aktif pemerintah daerah penting, khususnya dalam mempercepat proses administrasi, agar program Sekolah Rakyat dapat terealisasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Pemerintah daerah harus aktif bersinergi dengan pemerintah pusat agar programnya dapat, enggak ketinggalan," kata Agus Jabo.
Seruan tersebut disampaikan Agus Jabo dalam audiensi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Pertemuan itu dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Turut hadir pula Kepala Biro Umum Kemensos, Salahuddin Yahya, serta sejumlah staf khusus Menteri Sosial.
Berdasarkan laporan dari Gubernur Vasko Ruseimy di forum tersebut, dua Sekolah Rakyat Rintisan di Sumatera Barat, SRMP 4 dan SRMP 5, bisa dimigrasikan jadi Sekolah Rakyat Permanen secepatnya. Hanya saja, proses itu masih terhambat oleh masalah administrasi di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Adapun dari laporan Bupati Annisa Suci Ramadhani, diketahui bahwa Pemkab Dharmasraya telah menyediakan lahan untuk dua Sekolah Rakyat permanen. Lahan itu diusulkan karena Kota Padang menemui kendala dalam penyediaan tanah.
Merespons laporan tersebut, Wamensos Agus Jabo meminta agar segera dibuat surat pengajuan resmi pengalihan lahan. Kemensos akan memfasilitasi penyampaian surat itu kepada Kementerian PU. "Silakan langsung dibuat suratnya, nanti kami langsung tindaklanjuti," ujar dia.
Sementara itu, laporan Bupati Anom Widiyantoro menyebutkan bahwa Pemkab Pemalang telah menyiapkan lahan 9 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen meski daerah ini tidak menjadi lokasi 165 sekolah rintisan tahap awal.
Mengenai pengajuan dari Pemkab Pemalang itu, Agus Jabo memastikan bahwa Kemensos tetap membuka peluang bagi daerah-daerah baru untuk jadi calon lokasi Sekolah Rakyat. Dia bilang, "Ini sudah di luar batas 165 yang telah beroperasi, tapi kita tetap membuka peluang, karena Presiden juga menargetkan 500 Sekolah Rakyat."
Agus Jabo pun menegaskan bahwa Kemensos perlu berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mensukseskan program Sekolah Rakyat. "Sekolah Rakyat ini Satgas, kita tidak sendiri. Lahannya PU, kurikulumnya Dikdasmen, kita melibatkan semua pihak," ujar dia.
Pada kesempatan itu, Wamensos sekaligus mengajak pemda-pemda untuk turut memperkuat gerakan graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dia mencontohkan upaya Pemkab Brebes yang sudah mampu mengantarkan 2.000 KPM tergraduasi dari status penerima bantuan sosial.
"Kita bareng-bareng dalam mengentaskan kemiskinan, ya," kata Agus Jabo saat menutup pertemuan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































