Menuju konten utama

Wamenhaj Tinjau Kesiapan Pelayanan Kesehatan Haji di Mekkah

Isu kesehatan menjadi perhatian utama Kemenhaj dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.

Wamenhaj Tinjau Kesiapan Pelayanan Kesehatan Haji di Mekkah
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengunjungi Saudi German Hospita di Makkah, Minggu (29/3/2016). FOTO/Dok. Kemenhaj

tirto.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau kesiapan mitra pelayanan kesehatan haji di Mekkah sebagai bagian dari upaya memastikan layanan yang optimal bagi jemaah haji Indonesia.

Dahnil mengunjungi Saudi German Hospital yang akan berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Haji dan para petugas kesehatan haji dalam melayani jemaah haji Indonesia.

Dahnil menegaskan isu kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, terutama mengingat tingginya jumlah jemaah lansia dan risiko kesehatan tinggi.

“Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah,” ujar Dahnil, Minggu (29/3/2026) sebagaimana keterangan tertulis Senin (30/3/2026).

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memaksimalkan keberadaan klinik satelit di sektor-sektor serta menghadirkan mobile clinic di wilayah Armuzna guna memperkuat pelayanan dan pengawasan kesehatan jemaah.

“Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani dan mengawasi kesehatan jemaah secara lebih optimal,” kata Dahnil.

Penguatan layanan kesehatan juga akan dilakukan di dalam negeri melalui penyediaan klinik permanen di asrama haji yang beroperasi sepanjang tahun, termasuk untuk melayani jemaah umrah. Hal serupa juga akan diperkuat melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi.

“Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah,” tutup Dahnil.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Bayu Septianto