tirto.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan para petugas haji agar menjaga stamina dalam tiga bulan ke depan. Pasalnya, para petugas akan berada cukup lama di Arab Saudi untuk melayani jemaah haji Indonesia yang mulai diberangkatkan pada 22 April 2026 untuk gelombang pertama.
"Jemaah terakhir baru kembali pada Juni, dan teman-teman petugas juga baru pulang ke Indonesia. Jadi, rata-rata masa tugas sekitar 70 hari, bahkan bisa 70 sampai 75 hari," kata Dahnil usai agenda Fun Walk 7,5 Km di sekitar Asrama Haji Pondok Gede dan Halim, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan jalan santai dengan rute panjang tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026. Diklat ini digelar selama sebulan penuh, mulai 10 hingga 30 Januari secara luring di barak, serta dilanjutkan secara daring pada 2–8 Februari 2026.
Selama diklat, para peserta tidak hanya dibekali pemahaman teknis tugas dan fungsi (tusi) serta operasional daerah kerja (daker), tetapi juga mendapatkan materi Bahasa Arab, manasik haji, psikologi petugas, layanan lansia dan perempuan, serta skenario operasional Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Selain itu, peserta diklat juga dilatih kebugaran dan kedisiplinan melalui metode baris-berbaris (PBB). Setiap pagi, calon petugas diwajibkan senam dan berjalan kaki minimal satu kilometer. Sementara untuk jarak jauh, latihan dilakukan setiap akhir pekan secara bertahap, mulai dari 5 km, 7,5 km, hingga 10 km. Kebiasaan ini diharapkan terus dilakukan meski diklat telah selesai.
"Makanya, 20 hari ini sebenarnya menjadi stimulus untuk membangun kebiasaan baru," ujar Dahnil.
Dahnil juga mengingatkan para petugas haji agar membiasakan diri berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari. Sebab, selama bertugas di Arab Saudi, petugas dituntut berjalan kaki cukup jauh dalam melayani para dhuyufurrahman.
Ia mengaku pernah menghitung jarak tempuh saat melayani jemaah haji, yang rata-rata mencapai sekitar 30 ribu langkah per hari.
"Saya pernah menghitung, jarak terjauh itu berjalan kaki dari Arafah ke Masjidil Haram, bisa mencapai 25 kilometer. Artinya, pelan-pelan dilatih selama 20 hari ini, dan masih ada tiga bulan ke depan untuk melatih stamina," jelasnya.
Selain menjaga stamina, Dahnil menekankan pentingnya meluruskan niat dalam bertugas.
"Kenapa stamina itu penting? Saya sudah berulang kali bilang, 90 persen ibadah haji itu adalah ibadah fisik," pungkasnya.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id


































