tirto.id - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi'i, mengatakan pihaknya tak melakukan sweeping atau penertiban rumah makan selama bulan suci Ramadhan 2026. Menurutnya, langkah ini sebagai bentuk penghormatan sebab tak semua masyarakat menjalankan ibadah puasa.
"Enggak ada, enggak ada sweeping-sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” kata Romo kepada wartawan usai Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Meskipun demikian, Romo menekankan penghormatan harus berjalan dua arah. Dia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan selama Ramadhan dengan mengedepankan sikap saling menghormati.
Dia juga menilai tidak adil apabila sweeping harus dilakukan dan orang harus dipaksa merasakan puasa.
"Enggak mungkin gara-gara kita puasa, semuanya harus merasakan puasa. Yang tidak puasa karena keyakinan berbeda tidak bisa makan dan minum. Ini harus dipertimbangkan dalam membangun kebersamaan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya membangun koridor kebersamaan agar perbedaan tidak merusak persatuan bangsa. Terkait kemungkinan edaran dari Kementerian Agama, Wamenag menjelaskan urusan keamanan bukan menjadi kewenangan pihaknya.
“Kalau wilayah keamanan, itu bukan wilayah Kementerian Agama. Ada institusi lain yang berwenang,” tandasnya.
Dia juga optimistis situasi Ramadhan tahun ini akan berjalan kondusif.
Sebelumnya, Hasil Sidang Isbat Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026), memutuskan puasa pertama Indonesia jatuh pada Kamis (19/2/2026).
"Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis 19 Februari 2026," kata Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, di Hotel Borobudur, Jakarta.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































