Menuju konten utama

Viral Patung Macan Putih di Kediri, Berapa & dari Mana Dananya?

Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kediri, viral karena bentuk uniknya. Simak biaya, sumber dana, dan cerita legenda di balik ikon desa ini.

Viral Patung Macan Putih di Kediri, Berapa & dari Mana Dananya?
Macan Putih Kediri. tiktok/seputar kediri/hafidz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral dan menjadi sorotan publik karena bentuknya yang dianggap unik dan lucu.

Belakangan di media sosial (medsos) dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang memperlihatkan patung macan putih di Kediri. Yang membuatnya viral, tidak seperti macan pada umumnya, patung ini dinilai mempunyai ekspresi yang lucu.

Tak hanya itu, patung macan putih tersebut sengaja dicat dengan warna hitam dan putih. Perpaduan ekspresi dan juga warna bulunya itu yang membuat netizen beranggapan jika patung tersebut lebih mirip zebra dibanding macan atau harimau.

Berapa Anggaran, Siapa Pembuat, & Lokasi Patung Macan Putih di Kediri?

Patung ini dibangun sebagai ikon desa yang terinspirasi dari legenda lokal yakni macan putih yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai penjaga atau danyang Desa Balongjeruk.

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, mengungkapkan bahwa pembangunan patung tersebut menggunakan dana pribadinya sebesar Rp3,5 juta, bukan dari anggaran desa, sehingga sepenuhnya merupakan inisiatif pribadi.

Pembuatan patung dilakukan oleh pengrajin lokal yang ahli membuat patung, dan prosesnya juga melibatkan tokoh masyarakat serta pemuda desa melalui musyawarah desa, sehingga pemilihan macan putih sebagai ikon dianggap sesuai dengan sejarah dan budaya setempat.

Sejak viral di media sosial karena tampilannya yang dianggap lucu dan tak biasa, patung macan putih menarik perhatian warga dari berbagai daerah, bahkan dari luar kota.

Banyak pengunjung datang berbondong-bondong untuk berfoto dan menyaksikan langsung ikon desa tersebut.

Meski menuai beragam komentar, Safi’i tidak mempermasalahkan hal itu dan justru mengapresiasi perhatian publik, menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Ia berencana memperbaiki patung agar lebih aman dan lebih menarik, sekaligus menata ulang lokasi di sekitar patung agar dapat dikembangkan sebagai ikon wisata desa yang lebih baik.

Diharapkan dengan viralnya patung ini dapat membawa dampak positif berupa meningkatnya kunjungan warga dan potensi pergerakan ekonomi lokal, meski pemanfaatan untuk UMKM dan fasilitas pendukung belum sepenuhnya optimal.

Dengan langkah penataan ulang, Pemerintah Desa Balongjeruk berharap ikon macan putih ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.

Baca juga artikel terkait VIRAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dicky Setyawan