Menuju konten utama

Usai Diperiksa Nadir Umar Akan Dikembalikan ke Keluarga

Polisi akan mengembalikan Nadir Umar ke keluarga. Polisi curiga bantuan dana yang diberikan Nadir akan mengalir ke ISIS.

Usai Diperiksa Nadir Umar Akan Dikembalikan ke Keluarga
Kadiv Humas Irjen Pol Boy Rafli Amar. TIRTO/Andrey Gromico

tirto.id - Polisi menjanjikan akan mengembalikan anggota DPRD Pasuruan dari PKS, Muhammad Nadir Umar ke keluarga setelah selesai melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyaluran dana kepada ISIS.

Seperti disampaikan Kadiv Humas Polri Boy Rafli Amar, Nadir akan dipulangkan ke Pasuruan pada Senin 10 April 2017. “Dijadwalkan hari ini akan dikembalikan ke keluarga, usai pemeriksaan selesai," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/4/2017).

Boy juga membantah, Densus 88 telah menangkap Nadir Umar di Bandara Juanda, Surabaya pada Sabtu 8 April kemarin. Menurutnya Densus 88 menjemput Nadir yang telah dideportasi dari Turki untuk dimintai keterangan terkait keterlibatannya dalam penyaluran bantuan ke Suriah.

"Jadi yang bersangkutan ini bukan ditangkap tapi dijemput oleh Densus 88," dalih Boy Rafli.

Menurut Boy, polisi merasa perlu untuk melakukan pemeriksaan terhadap Nadir Umar dan Budi Mastur (dijemput di Bandar Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat) karena keduanya diduga akan ke Suriah. Sedangkan deportasi dua WNI tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan pemerintah Malaysia dan Turki untuk mencegah masuknya WNI ke negara Suriah.

"Ini adalah prosedur. Dalam hal ini, kami intens komunikasi dengan Malaysia dan Turki, bila ada WNI yang berangkat ke Suriah dan otoritas di sana menemukan hal yang janggal, akan dikembalikan ke negara asal. Ini pencegahan supaya kita tidak terlibat konflik di Suriah dan Irak," kata Boy.

Kronologi Penjemputan

Boy menceritakan kronologi penangkapan kedua WNI tersebut berawal dari informasi yang menyebutkan keduanya akan masuk ke wilayah Suriah sebagai relawan Yayasan Qouri Umah untuk tujuan misi kemanusiaan. Yayasan ini diduga akan memberikan sumbangan dana sebesar 20 ribu dolar AS kepada pengungsi di Turki dan Lebanon.

Mereka berangkat pada 31 Maret, melalui rute Bandung-Surabaya-Kuala Lumpur-Istanbul. Kemudian pada 1 April, keduanya tiba di Istanbul dan dijemput oleh perwakilan Yayasan Qoirum Umah. "Kemudian sore harinya sempat mengunjungi tempat pengungsian warga Palestina untuk menyalurkan bantuan," kata Boy.

Pada 2 April, Nadir bersama Budi berangkat ke Gazianteb untuk menyalurkan bantuan dan meneruskan perjalanan ke perbatasan Turki-Suriah yakni Kota Rayhanli. "Setelah selesai memberikan bantuan, mereka menginap di kantor cabang Qoiru Umah di Rayhanli dan kembali ke Istanbul," kata Boy.

Pada 4 April, dari Istanbul, keduanya bertolak menuju Lebanon. Namun sesampainya di Lebanon, keduanya dikembalikan ke Istanbul karena terkendala masalah visa.

Sehari kemudian, pada 5 April, keduanya diperiksa di Imigrasi Istanbul.

Pada 6 April, Nadir dideportasi ke Bandara Juanda, Surabaya melalui jalur Kuala Lumpur. Sementara Budi Mastur dideportasi ke Bandara Husein Sastranegara, Bandung melalui Kuala Lumpur.

Pada 8 April mereka dijemput oleh Densus 88. Setelah itu mereka diperiksa di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Kementerian Sosial Bambu Apus, Jakarta Timur hingga saat ini.

PKS Membantah Nadir Umar Terlibat ISIS

Sementara itu, seperti dilaporkan Antara, Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Abu Bakar Al Habsyi menjelaskan bahwa anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Jatim dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar dideportasi oleh otoritas Turki karena terkendala masalah visa.

"Ketika masuk Turki, beliau tidak ada masalah. Persoalan terjadi ketika masuk Lebanon karena kesalahan informasi tentang visa on arrival. Dia beranggapan ke Lebanon bisa buat visa on arrival, tapi ternyata tidak bisa," kata Abu Bakar di Mabes Polri.

Abu Bakar menerangkan rencana Nadir Umar dan seorang WNI bernama Budi Mastur ke Turki dan Lebanon adalah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

"Mereka ke Turki membawa misi kemanusiaan. Nadir Umar tidak terlibat ISIS," tegas dia.

Nadir Umar kini telah kembali dari pemeriksaan dan sudah kembali melalui Bandara Juanda, Surabaya.

Baca juga artikel terkait TERORIS atau tulisan lainnya dari Agung DH

tirto.id - Politik
Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH