Menuju konten utama

Urutan Mata Uang Negara ASEAN 2025, Rupiah Posisi Berapa?

Nilai tukar Rupiah 2025 melemah ke posisi bawah ASEAN, di bawah Kip Laos dan Riel Kamboja. Cek urutan lengkap mata uang terkuat hingga terlemah di ASEAN.

Urutan Mata Uang Negara ASEAN 2025, Rupiah Posisi Berapa?
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir

tirto.id - Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp17.000 per dolar AS pada 7 April 2025, menjadi perhatian besar di Asia Tenggara. Kondisi ini menunjukkan bahwa Rupiah kini menjadi salah satu mata uang dengan nilai terendah di ASEAN, bahkan lebih rendah dari Kip Laos dan Riel Kamboja yang selama ini berada di urutan bawah.

Penurunan tajam ini berpotensi menurunkan daya saing ekonomi Indonesia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta melemahnya daya beli masyarakat. Salah satu pemicu utama pelemahan Rupiah adalah gejolak ekonomi global, terutama ketegangan dagang yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Cina.

Kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan dunia. Hal ini menyebabkan investor asing menarik uang dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, yang pada akhirnya memperlemah nilai tukar mata uang lokal seperti Rupiah.

Persoalan internal juga memainkan peran penting dalam memperburuk kondisi ini. Indonesia masih bergelut dengan defisit neraca perdagangan, ketergantungan terhadap barang impor, dan tingginya beban utang luar negeri.

Kombinasi antara tekanan global dan tantangan domestik membuat Rupiah semakin rentan terhadap gejolak pasar. Pemerintah dan Bank Indonesia kini dihadapkan pada tugas penting untuk menstabilkan nilai tukar demi menjaga kestabilan ekonomi nasional.

Mata Uang Tertinggi di Asia Tenggara

Singapore Dollar (SGD) saat ini menempati posisi teratas sebagai mata uang terkuat di kawasan Asia Tenggara. Meskipun Brunei Dollar memiliki nilai tukar setara, SGD lebih menonjol berkat peran Singapura sebagai pusat keuangan dan perdagangan global. Dengan nilai tukar sekitar 1,35 SGD per dolar AS, mata uang ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter negara tersebut.

Kekuatan mata uang ini ditopang oleh struktur ekonomi yang solid dan sistem keuangan yang maju. Singapura dikenal memiliki lingkungan bisnis yang ramah investasi, infrastruktur berkualitas tinggi, serta peraturan yang transparan. Hal ini menciptakan kestabilan fiskal dan moneter yang kuat, menjadikan mata uangnya tahan terhadap fluktuasi eksternal dan tetap menarik bagi investor global.

Posisi geografis yang strategis dan hubungan dagang yang luas juga memperkuat peran SGD di pasar internasional. Pemerintah Singapura secara aktif mendorong inovasi dan investasi asing, memperkuat daya saing ekonomi negara. Dengan kondisi tersebut, SGD tak hanya mencerminkan ketahanan ekonomi domestik, tetapi juga menunjukkan keunggulannya sebagai simbol stabilitas dan kepercayaan di tengah dinamika ekonomi kawasan.

Urutan Mata Uang Tertinggi Sampai Terendah di Asia Tenggara

Di bawah ini adalah peringkat mata uang dari negara-negara di Asia Tenggara, diurutkan dari yang paling kuat (dengan nilai tukar terendah terhadap dolar AS) hingga yang paling lemah (dengan nilai tukar tertinggi).

Peringkat ini didasarkan pada jumlah unit mata uang lokal yang dibutuhkan untuk memperoleh 1 USD semakin sedikit jumlahnya, semakin tinggi daya beli mata uang tersebut. Urutan ini menggambarkan kondisi nilai tukar terkini yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi domestik dan global:

  • Singapore Dollar (SGD) – 1,35 SGD per USD
  • Malaysia Ringgit (MYR) – 4,4 MYR per USD
  • Thailand Baht (THB) – 36 THB per USD
  • Filipina Peso (PHP) – 55 PHP per USD
  • Myanmar Kyat (MMK) – 2.100 MMK per USD
  • Kamboja Riel (KHR) – 4.100 KHR per USD
  • Indonesia Rupiah (IDR) – 16.258 IDR per USD (menurut data Senin [9/6]).
  • Laos Kip (LAK) – 17.250 LAK per USD
  • Vietnam Dong (VND) – 23.500 VND per USD
Daftar ini memberikan gambaran mengenai kekuatan relatif masing-masing mata uang di kawasan ASEAN. Singapore Dollar menempati posisi terkuat dengan daya beli per unit tertinggi, sementara Vietnam Dong menjadi yang paling lemah dari sisi nilai tukar terhadap dolar AS.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra