tirto.id - Tim SAR gabungan bersama relawan dan warga masih melanjutkan pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sampai Minggu (25/1/2026).
Menurut data Tim SAR hingga pukul 12.00 WIB hari ini, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak dengan rincian 23 orang selamat, 16 orang ditemukan meninggal dunia, dan 74 lainnya masih hilang.
Evakuasi dilakukan secara bahu membahu, dua alat berat eksavator dan petugas masih terus melakukan pencarian.
Pantauan Tirto di lapangan, proses evakuasi difokuskan pada salah satu rumah yang masih tertimbun di kampung Pasir Kuda, RW 10, RT 1, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Salah seorang keluarga jauh yang tinggal di daerah lain akrab disapa Abah menceritakan, rumah yang tengah dievakuasi merupakan milik keluarga Erik. Semua anggota keluarga yang berjumlah 4 orang, diketahui tertimbun longsor.
"Ini saudara Abah semua, ada empat orang, suami istri, anaknya gadis dua orang," kata Abah pada wartawan, di lokasi kejadian, Minggu (25/1/2026).
Dari empat anggota keluarga terdapat anak perempuan berumur sembilan tahun, sementara kakaknya baru lulus SMA. Mereka diduga tertimbun material tanah longsor saat tertidur lelap.
Saat proses evakuasi, yang terlihat hanya beberapa puing rumah dan sebuah unit mobil yang tampak bagian atasnya saja. Sanak saudara korban ikut melakukan pencarian.
"Mobil itu di dalam garasi. Sejak kejadian itu Abah sudah enggak dapat kabar mereka. Semoga semuanya ketemu," harapnya.
Sampai pukul 14.30 WIB, proses evakuasi masih terus dilakukan. Sebelumnya hanya satu ekskavator yang dioperasikan, namun petugas menurunkan kembali satu alat berat untuk melakukan evakuasi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan, sebanyak 16 jenazah telah ditemukan.
“Sebanyak 16 kantong jenazah saat ini berada di Pos DVI Polda Jawa Barat. Seluruhnya menjalani proses post mortem untuk keperluan identifikasi,” kata Hendra kepada wartawan di Puskesmas Pasirlangu, Minggu (25/1/2025).
Sampai saat ini pencarian masih dilakukan melibatkan tim gabungan dan sejumlah relawan. Pencarian hari pertama dihentikan menjelang petang dengan memperhatikan faktor cuaca.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































