Menuju konten utama

Update Gunung Lewotobi Laki-laki, Semeru, & Ibu Meletus Hari Ini

Update Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Semeru, dan Gunung Ibu yang meletus hari ini, Kamis, 9 Oktober 2025.

Update Gunung Lewotobi Laki-laki, Semeru, & Ibu Meletus Hari Ini
Ilustrasi Gunung Semeru. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/bar

tirto.id - Update terbaru kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Semeru, dan Gunung Ibu yang meletus hari ini, Kamis, 9 Oktober 2025.

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi alias Meletus pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 06:07 WITA.

Sementara itu pada hari yang sama, Gunung Api Semeru juga mengalami erupsi pukul 09:28 WIB.

Tinggi kolom letusan teramati mencapai ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Di lain sisi, letusan Gunung Api Ibu terjadi pada pukul 10:46 WIT, Kamis, 9 Oktober 2025.

Daftar Rekomendasi Gunung Lewotobi Laki-laki, Semeru, & Ibu yang Meletus Hari Ini

Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Meletus pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 06:07 WITA.

Tinggi kolom letusan teramati mencapai ± 1500 m di atas puncak (± 3084 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati dilaporkan berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih berlangsung sampai dengan laporan ini disampaikan.

Berikut daftar rekomendasi yang dikeluarkan terkait kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki yang Meletus hari ini:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki.

2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.

3. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

4. Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki. Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606

Gunung Semeru juga meletus pada hari ini Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 09:28 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Menurut laporan, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik.

Berikut merupakan rekomendasi yang dikeluarkan terkait Gunung Semeru yang meletus:

1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

2. Tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sementara Gunung Ibu di Kecamatan Ibu Utara Kabupaten Halmahera Barat, juga Meletus pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 10:46 WIT.

Tinggi kolom letusan teramati ± 600 m di atas puncak (± 1925 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

Kemudian, Gunung Ibu meletus lagi pada hari Kamis, 9 Oktober 2025. Kali ini pukul 10:54 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 2000 m di atas puncak (± 3325 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati dilaporkan berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 110 detik.

Berikut daftar rekomendasi terbaru Gunung Ibu yang meletus:

1.Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas diluar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Baca juga artikel terkait GUNUNG MELETUS atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Penulis: Beni Jo
Editor: Iswara N Raditya