Menuju konten utama

Update Demo & Aksi Damai di Jakarta Hari Ini 4 September

Demonstrasi massa dan aksi unjuk rasa damai digelar di Jakarta pada hari ini, 4 September 2025, berikut update situasinya.

Update Demo & Aksi Damai di Jakarta Hari Ini 4 September
Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) melakukan aksi unjuk rasa di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (4/9/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah demonstrasi diselenggarakan di Jakarta pada hari ini, Kamis, 4 September 2025. Unjuk rasa dilakukan kelompok buruh, mahasiswa, dan koalisi masyarakat sipil lainnya.

Berdasarkan update informasi per pukul 18.43 WIB hari ini, demonstrasi telah selesai dan berlangsung tanpa kericuhan.

Sejak Kamis siang, demonstrasi massa digelar di sejumlah titik di Jakarta, dari kawasan Kompleks Parlemen di Senayan, hingga kawasan Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Aksi unjuk rasa yang digelar di sejumlah titik tersebut secara umum membawa tuntutan yang serupa, yakni tuntutan untuk merespons kekerasan aparat dan kebijakan DPR yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat.

Selain dua poin tuntutan utama itu, kelompok massa juga menyuarakan aspirasi sesuai dengan isu yang representatif bagi kelompok mereka.

Aksi unjuk rasa pada 4 September juga diwarnai momen penyerahan dokumen tuntutan 17+8 oleh anggota legislatif di DPR RI dan Aksi Kamisan ke-876.

Buruh hingga Mahasiswa, dari Tuntutan 17+8 hingga Pembunuhan Munir

Unjuk rasa pada Kamis dimulai dengan demonstrasi massa buruh yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak). Kelompok massa ini melakukan long-march sejak siang hingga sore hari.

Semula, massa Gebrak hendak melakukan long-march menuju Istana Kepresidenan Jakarta, namun jalannya massa aksi sempat diblokade polisi. Massa aksi kemudian mengalihkan tujuan long-march ke kawasan Patung Kuda di Jalan Merdeka Selatan.

Di sana, massa Gebrak menyuarakan sejumlah tuntutan pokok, termasuk penghentian tindakan represif aparat, pembebasan aktivis dan peserta demo yang ditahan polisi, menurunkan tarif pajak yang membebani rakyat, menurunkan harga pokok yang meroket, serta mendesak pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Sementara itu, di Gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, sejumlah massa yang tergabung dalam Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah melakukan aksi simbolik berupa penyerahan dokumen tuntutan 17+8 secara resmi ke parlemen.

"Hari ini, kami ada di sini untuk memberikan tuntutan ini secara formal, secara fisik [ke DPR], supaya tidak ada lagi alasan belum dimasukkan lewat jalur formal," kata Abigail Limuria, salah satu perwakilan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah yang hadir.

Dalam momen itu, dokumen tuntutan 17+8 yang menyertakan batas waktu pada 5 September 2025 diterima oleh anggota dewan Ade Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka.

Kemudian, pada Kamis sore, kawasan Kompleks Parlemen juga didatangi oleh kelompok massa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI Senayan, massa BEM SI berkumpul untuk menggelar aksi tabur bunga dan penyalaan lilin sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi Indonesia belakangan dan jatuhnya korban jiwa dalam gelombang protes Agustus-September 2025.

Unjuk rasa tersebut diikuti dengan pembacaan sejumlah tuntutan berupa desakan untuk menghentikan kekerasan terhadap massa aksi demonstrasi yang telah memakan korban jiwa.

"Kita tidak mau orang yang memperjuangkan aspirasinya harus bertumpah darah," tutur perwakilan massa BEM SI.

Unjuk rasa di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI oleh massa mahasiswa tersebut berlangsung hingga Kamis petang, sekitar pukul 17.50 WIB.

Sementara itu, Kamis sore juga digunakan massa Aksi Kamisan untuk menggelar unjuk rasa ke-876 di depan Istana Negara Jakarta.

Aksi Kamisan pada 4 September tersebut digelar untuk mengenang 21 tahun pembunuhan Munir Said Thalib sekaligus menjadi momen refleksi atas kematian korban jiwa dalam gelombang protes Agustus-September 2025.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan