tirto.id - Manajer Komunikasi UNICEF Tess Ingram menyebut Gaza City kini diliputi ketakutan, pengungsian, dan pemakaman akibat serangan yang terus meningkat. Hampir 1 juta warga masih bertahan di kota itu, banyak di antaranya harus mengungsi berulang kali hanya dengan pakaian di badan.
Ingram menuturkan, anak-anak terpisah dari orang tua, ibu kehilangan anak karena kelaparan, hingga balita yang terluka parah. Dari 92 pusat gizi di Gaza, hanya 44 yang masih beroperasi, membuat ribuan anak kurang gizi terancam.
UNICEF mendesak akses bantuan, perlindungan anak sesuai hukum internasional, serta gencatan senjata segera.
“Kehidupan warga Palestina sedang dihancurkan di sini,” tegas Ingram sebagaimana dikutip dari Antara.
"Ini adalah konsekuensi langsung dari pilihan-pilihan yang telah mengubah Gaza City, bahkan seluruh Jalur Gaza, menjadi tempat di mana kehidupan manusia diserang dari segala sisi, setiap hari," lanjutnya.
Ingram menegaskan UNICEF menyerukan agar Israel melindungi anak-anak dan membuka akses bantuan.
Ingram menambahkan bahwa UNICEF terus menyerukan kepada Israel untuk meninjau kembali aturan pelibatan (rules of engagement) militernya demi memastikan anak-anak terlindungi sebagaimana diamanatkan dalam hukum humaniter internasional, serta mengizinkan bantuan memadai masuk ke Gaza.UNICEF juga menyerukan kepada Hamas dan kelompok bersenjata lainnya untuk membebaskan seluruh sandera yang masih ditahan; mendesak kedua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur penting, serta memberlakukan kembali gencatan senjata; dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk menggunakan pengaruh mereka guna mengakhiri situasi bencana di Gaza saat ini.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































