Menuju konten utama

Israel Siapkan 60.000 Pasukan Cadangan untuk Rebut Kota Gaza

Selain memanggil 60.000 pasukan cadangan, Israel juga memperpanjang tugas dari 20.000 pasukan lainnya untuk merebut Kota Gaza.

Israel Siapkan 60.000 Pasukan Cadangan untuk Rebut Kota Gaza
Bendera Israel. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Israel memanggil sekitar 60.000 pasukan cadangan jelang rencana serangan besar-besaran untuk merebut dan menduduki seluruh Kota Gaza.

Dikutip dari BBC, seorang pejabat militer Israel mengatakan para pasukan cadangan itu akan dikerahkan mulai September. Sebagian besar pasukan adalah personel aktif.

Pejabat militer tersebut menambahkan bahwa pasukan Israel sudah beroperasi di wilayah Zeitoun dan Jabalia sebagai bagian dari persiapan rencana perebutan Kota Gaza. Rencana penyerbuan ini telah disetujui oleh Menteri Pertahanan Israel Katz pada hari Selasa dan akan diajukan ke kabinet akhir pekan ini.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan pengerahan militer ke seluruh Jalur Gaza bertujuan untuk menjamin pembebasan semua sandera yang ditahan Hamas dan menaklukkan kelompok bersenjata Palestina tersebut.

Pemerintah Israel mengumumkan niatnya untuk merebut seluruh Jalur Gaza setelah pembicaraan dengan Hamas mengenai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera gagal terlaksana bulan lalu.

Harian Haaretz mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Katz, pada hari Selasa (19/8/2025), "Begitu operasi ini selesai, Gaza akan berubah dan tak lagi terlihat seperti dulu."

Ia juga dilaporkan menyetujui rencana untuk menampung warga Kota Gaza di wilayah selatan, termasuk di daerah pesisir al-Mawasi, tempat militer membangun pos distribusi makanan tambahan dan rumah sakit sementara.

Seorang juru bicara Lembaga Pertahanan Sipil yang dikelola Hamas di Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Selasa bahwa situasi di distrik Zeitoun dan Sabra di Kota Gaza "sangat berbahaya dan tak tertahankan," dengan "pengeboman terus berlangsung secara sporadis."

Reporter Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum melaporkan dari Gaza bahwa warga bersiap menghadapi kondisi terburuk jika Israel melanjutkan rencananya merebut kota tersebut.

Abu Azzoum mengatakan artileri Israel telah meratakan deretan rumah di timur Kota Gaza dan serangan semakin gencar dilakukan di wilayah padat penduduk.

“Semalam benar-benar tak bisa tidur karena drone dan jet tempur Israel memenuhi langit, menyerang dan menghancurkan rumah-rumah serta kamp darurat,” kata Abu Azzoum.

Menurut laporan Al Jazeera, selain memanggil 60.000 pasukan tersebut, Israel juga memperpanjang tugas dari 20.000 pasukan cadangan lainnya untuk merebut Kota Gaza.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Flash News
Penulis: Yantina Debora
Editor: Iswara N Raditya