Menuju konten utama

UMKM Suvenir Bali Manfaatkan G20 sebagai Kesempatan Ekspor

Pemilik UMKM Hape Bali Yuliana Herdiyanto Putra mengaku memanfaatkan rangkaian KTT G20 sebagai kesempatan untuk ekspor hasil karyanya.

UMKM Suvenir Bali Manfaatkan G20 sebagai Kesempatan Ekspor
Salah satu pendiri dari EthneeQ menunjukkan tas berbahan karung goni dan kain endek yang dipersiapkan sebagai suvenir G20 di Denpasar, Bali, Jumat (4/11/2022).ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.

tirto.id - Pemilik UMKM Hape Bali Yuliana Herdiyanto Putra yang terpilih sebagai salah satu penyedia suvenir G20 mengaku memanfaatkan ajang tersebut sebagai kesempatan untuk ekspor hasil karyanya. G20 juga menjadi ajang naik kelas.

"Harapannya mendapat kesempatan ekspor ke luar negeri untuk mengembangkan produk kita, supaya produk kita bisa dikenal dan bisa membuat UMKM bangkit dan naik kelas lah intinya," kata Yuliana dikutip Antara, Denpasar, Selasa (8/11/2022).

Yuliana melihat jika nantinya para delegasi G20 tiba, maka mereka akan melihat potensi dari UMKM dan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang luar biasa sehingga tercapai kerjasama ekspor.

Dengan itu, kata dia, Bali dapat bangkit dan mandiri untuk mengekspor barang ke luar negeri, sehingga UMKM juga mampu berkembang melalui G20.

UMKM Hape sendiri merupakan penyedia suvenir G20 yang resmi dipilih Smesco, Yuliana menjelaskan bahwa saat proses kurasi ia mengajukan produk aksesoris yang terbuat dari bahan alam dan dikerjakan oleh perajin lokal.

"Hape menekankan produk-produk ramah lingkungan, maka barangnya sendiri tidak menggunakan material plastik, baik produk alat makan dari kayu, kain pun batik dan endek katun," ujar Yuliana.

Selama rangkaian G20, lebih dari 100 buku catatan untuk delegasi telah dikerjakan UMKM Hape, dan untuk puncak pertemuan Yuliana mengaku panitia menyiapkan stan untuk memamerkan produk jualannya.

Produk yang disiapkan untuk G20 selama enam hari terhitung sejak 10 hingga 16 November 2022 adalah tas, dompet, buku catatan, mangkok, piring, set alat makan, sedotan bambu, sandal, dan produk pakaian seperti baju, celana, dan kain sarung.

Dalam satu hari, UMKM Hape akan menampilkan lebih dari 100 produk di mana seluruhnya dikerjakan oleh sebagian besar perempuan yang dirumahkan karena pandemi dan kebanyakan memanfaatkan produk dari daerah Gianyar, Bali.

Untuk harga produk hasil desain sendiri itu dijual kepada delegasi dari harga Rp50 ribu-Rp750 ribu, namun akan berbeda harga apabila terjadi kerjasama ekspor.

Selama ini UMKM Hape lebih banyak menjual produknya di dalam negeri seperti Surabaya dan Jakarta dengan omzet tertinggi yang pernah mereka peroleh yaitu Rp30 juta dan terendah Rp3 juta.

Baca juga artikel terkait PRODUK UMKM

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang