Menuju konten utama

Usai Ejek Paus Leo XIV, Trump: Saya Tak Akan Minta Maaf

T⁠rump menyebut tidak akan minta maaf pada Paus Leo XIV setelah ia mengolok Paus lemah dalam isu kejahatan dan kebijakan luar negeri.

Usai Ejek Paus Leo XIV, Trump: Saya Tak Akan Minta Maaf
Kardinal Robert F. Prevost. Foto/Reuters
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Donald Trump menyatakan tak akan minta maaf pada Paus Leo XIV usai ia mengejek pemimpin tertinggi agama Katolik itu dengan menyebutnya "lemah dalam hal kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri."

Ketika ditanya apakah ia akan meminta maaf pada Paus Leo XIV terkait pernyataannya dan tentang gambarnya sebagai "penyembuh" yang kontroversial, Trump menolaknya.

"Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, dan kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo tidak akan senang dengan hasil akhirnya. Saya pikir dia sangat lemah dalam menangani kejahatan dan hal-hal lainnya, jadi saya tidak akan meminta maaf," tegas Trump di Gedung Putih.

"Dia yang memulai secara terbuka. Saya hanya menanggapi Paus Leo," tandasnya lagi, dikutip AP News, Selasa (14/4/2026).

Kontroversi semakin bertambah ketika Trump juga menanggapi kritik terhadap unggahan media sosialnya yang kemudian dihapus, yang menampilkan dirinya dalam sosok menyerupai figur religius seperti Yesus.

Trump membela diri dengan mengatakan bahwa gambar tersebut dimaksudkan sebagai dirinya sebagai dokter yang menyembuhkan orang, bukan sebagai simbol religius, dan menyalahkan media atas kesalahpahaman tersebut.

“Saya memang mengunggahnya, dan saya pikir itu adalah saya sebagai seorang dokter dan itu ada hubungannya dengan Palang Merah. Seharusnya itu adalah saya sebagai seorang dokter, yang membuat orang lebih baik. Dan saya memang membuat orang lebih baik. Jauh lebih baik,” kilahnya.

Gambar hasil AI Trump seolah mirip Yesus ini juga ditanggapi oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

“Yang Mulia Paus Leo XIV ( @Pontifex), saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa Iran yang agung, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan bagi Anda melalui Allah,” tulisnya di akun X @drpezeshkian.

Ejekan Trump ke Paus Leo XIV

Sebelumnya diberitakan, dalam unggahan di akun Truth Socialnya, Presiden AS Donald Trump menyebut Paus Leo lemah dalam isu kejahatan dan kebijakan luar negeri.

“Paus Leo LEMAH dalam hal Kejahatan, dan buruk dalam Kebijakan Luar Negeri. Dia berbicara tentang 'ketakutan' terhadap Pemerintahan Trump, tetapi tidak menyebutkan KETAKUTAN yang dialami Gereja Katolik, dan semua Organisasi Kristen lainnya, selama COVID ketika mereka menangkap para imam, pendeta, dan semua orang lain, karena mengadakan Kebaktian Gereja, bahkan ketika berada di luar ruangan, dan menjaga jarak sepuluh bahkan dua puluh kaki,” ucap Trump.

Ia beralasan bahwa kritiknya merupakan respons terhadap sikap Paus yang menentang kebijakan Amerika Serikat dalam konflik Iran, khususnya terkait kekhawatiran Trump terhadap potensi Iran memiliki senjata nuklir.

“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki Senjata Nuklir. Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa sangat buruk bahwa Amerika menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan sejumlah besar Narkoba ke Amerika Serikat dan, yang lebih buruk lagi, mengosongkan penjara mereka, termasuk para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara kita,” tegasnya.

Di sisi lain, Paus Leo XIV menegaskan bahwa sikapnya bukan serangan personal, melainkan bagian dari misi Gereja untuk menyerukan perdamaian, dialog, dan menghindari perang, yang menurutnya selaras dengan ajaran Injil.

Paus menekankan bahwa ia tidak takut mengkritik kebijakan yang dianggap bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

“Saya tidak takut pada pemerintahan Trump atau untuk berbicara lantang tentang pesan Injil, yang merupakan tujuan Gereja,” kata Paus Leo XIV.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra