Menuju konten utama

5 Tradisi Gotong Royong di Indonesia

Simak berbagai tradisi gotong royong di Indonesia di sini. Mencerminkan nilai kebersamaan, solidaritas, dan ciri khas budaya bangsa.

5 Tradisi Gotong Royong di Indonesia
Sejumlah warga gotong royong mengerjakan pembangunan jalan menggunakan dana desa di Desa Karangkamulayan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (9/9/2025).ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz

tirto.id - Indonesia dikenal sebagai negeri yang ramah dan kaya akan tradisi serta budaya. Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas dari gotong royong dan masih hidup hingga kini adalah semangat kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.

Apa itu gotong royong? Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa yang berlandaskan kerja sama, saling membantu, dan kepedulian sosial. Dilansir dari laman Kemendikdasmen, prinsip gotong royong sendiri menekankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dan rukun.

Secara umum, apa itu gotong royong dapat dipahami sebagai bentuk kerja sama dalam kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengharapkan imbalan pribadi. Nilai ini mencerminkan solidaritas, kekeluargaan, dan rasa kebersamaan yang kuat.

Tak hanya menjadi warisan budaya, prinsip gotong royong juga memberikan banyak manfaat nyata bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Aksi bersih sungai di Bali

Relawan membersihkan sungai dari sampah sisa banjir di Sungai Tukad Badung, Denpasar, Bali, Sabtu (20/9/2025).ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.

5 Tradisi Gotong Royong di Indonesia

Tradisi gotong royong di Indonesia memiliki bentuk yang beragam, tergantung pada adat, budaya, dan kondisi sosial masyarakat setempat. Meski berbeda pelaksanaan, prinsip gotong royong tetap menjadi benang merahnya.

Gotong royong mampu mempererat silaturahmi dan persatuan karena masyarakat dari berbagai latar belakang dapat saling berinteraksi dan bekerja sama. Selain itu, kegiatan bersama ini menumbuhkan solidaritas, meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta memupuk kepedulian sosial di masyarakat.

Inilah beberapa contoh tradisi gotong royong di Indonesia yang masih dijaga hingga sekarang.

1. Rambu Solo’ di Toraja

Rambu Solo’ merupakan upacara pemakaman adat masyarakat Toraja yang melibatkan banyak orang. Prosesi ini bukan sekadar penghormatan terakhir, tetapi juga wujud kebersamaan melalui pertunjukan seni dan tarian adat. Keterlibatan masyarakat mencerminkan ciri khas dari gotong royong, di mana semua pihak saling membantu demi kelancaran upacara.

2. Morakka’ Bola di Sulawesi Selatan

Morakka’ Bola atau Mappalette adalah tradisi memindahkan rumah secara bersama-sama di Sulawesi Selatan. Puluhan hingga ratusan warga ikut mengangkat rumah dengan penuh kekompakan. Tradisi ini menegaskan bahwa apa itu gotong royong bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

3. Marsialapari di Mandailing

Marsialapari merupakan tradisi gotong royong masyarakat Mandailing saat musim tanam dan panen padi. Kerja sama dilakukan secara sukarela tanpa membedakan usia maupun gender. Tradisi ini menunjukkan kuatnya persatuan dan kasih sayang yang tumbuh dari prinsip gotong royong.

4. Sinoman di Jawa

Sinoman adalah tradisi gotong royong masyarakat Jawa dalam acara hajatan atau kegiatan besar. Warga saling berbagi peran, mulai dari memasak hingga membantu tamu. Tradisi ini menjadi contoh nyata ciri khas dari gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa.

5. Nganggung di Bangka

Nganggung dilakukan dengan membawa makanan bersama ke masjid atau langgar pada momen tertentu. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan dan toleransi antarwarga, sekaligus menegaskan bahwa prinsip gotong royong tetap relevan hingga kini.

Beragam tradisi gotong royong di Indonesia membuktikan bahwa nilai kebersamaan masih mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Dengan memahami apa itu gotong royong dan menerapkan prinsip gotong royong dalam kehidupan sehari-hari, kita turut menjaga identitas budaya bangsa.

Baca juga artikel terkait GOTONG ROYONG atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Robiatul Kamelia
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Yantina Debora