Menuju konten utama

Tol Trans Sumatera Dongkrak Ekonomi Daerah hingga Rp924 Triliun

Output sebesar itu akan tercapai jika investasi dalam pembangunan JTTS ini menyerap seluruh investasi yang sebesar Rp539,36 triliun.

Tol Trans Sumatera Dongkrak Ekonomi Daerah hingga Rp924 Triliun
Foto udara jalan tol Trans Sumatera sesi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Lampung, Sabtu (9/3/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berkontribusi pada perekonomian Pulau Sumatera hingga Rp924,3 triliun.

Deputi Bidang Infrastruktur Bapenas, Abdul Malik Sadat, mengatakan output sebesar itu akan tercapai jika investasi dalam pembangunan JTTS ini menyerap seluruh investasi yang sebesar Rp539,36 triliun.

"Jika ini dibangun semua dengan investasi Rp500 triliun, output lebih dari Rp900 triliun dan akan banyak menyebabkan kebangkitan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sekitar," katanya dalam webinar PII terkait Jalan Tol Trans Sumatera (Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Baru), Kamis (17/7/2025).

Target pembangunan jalan tol Trans Sumatera ini adalah sepanjang 2.113 kilometer 2025-2029, yang menghubungkan kota-kota di Sumatera dari Aceh hingga Lampung.

Dari kajian ekonomi yang dilakukan oleh Bappenas, kontribusi ekonomi pembangunan JTTS ini sebagian besar masuk ke sektor konstruksi sekitar Rp552,1 triliun, lalu disusul industri pengolahan Rp115,7 triliun, dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar Rp54,3 triliun.

"Kajian dampak ekonomi, dampak output itu memang langsung dari kegaitan konstruksinya 60 persen," ujarnya.

sementara itu, jika dilihat per wilayah, dari pembangunan JTTS ini provinsi yang mendapatkan manfaat ekonomi paling besar adalah Provinsi Riau Rp196 triliun.

Lalu, diikuti oleh Provinsi Sumatera Utara Rp170,6 triliun, Sumatera Selatan Rp134,9 triliun, Aceh Rp130,9 triliun, dan Sumatera Barat Rp120,7 triliun.

Abdul mengungkapkan, nantinya JTTS akan terhubung dengan berbagai kawasan industri di pulau sumatera seperti KEK Arun di Aceh, KEK Sei Mangke di Sumut, dan Food Estate di Sumsel, serta kawasan strategis lainnya di Pulau Sumatera.

Tujuannya adalah untuk dapat mempercepat proses hilirisasi bahan-bahan mentah di sentra-sentra produksi sawit, cokelat, karet, timah, hingga kopi yang tersebar di Sumatera.

"Program presiden (pertumbuhan ekonomi) 8 persen salah satunya bsa tercapai kalau hilirisasi dan proses industrialisasi di sumtera berjalan lancar," ucapnya.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra